Monday, December 9, 2013

Saya masih ingat...

Saya masih ingat aroma bungkus plastik vcd original di sebuah toko vcd di sebuah mal yang bernama Mitra Plaza. Ya, saya masih ingat.

Saya masih ingat bagaimana sinopsis film yang tertera di belakang sampul vcd, mampu menyelamatkan hidup saya dari kebosanan yang membelenggu kehidupan kanak-kanak saya. Sampai saat ini, saya masih tersenyum geli kalau disuruh mengingat bagaimana paduan dan tatanan kata-kata yang tertulis di belakang sampul itu, mampu membuat rasa keingintahuan saya menanjak naik. Saya yang pada saat itu masih berumur 4 tahun membawa kepingan vcd itu kepada ibu saya, dengan maksud minta dibelikan, tentu saja dengan wajah memelas. Ibu saya kemudian menjawab....

Stray Dog (1949) Review


Belakangan ini yang gua review kalo bukan video game, ya film-film keluaran baru. Kupikir sekali-kali lah gua review film klasik jadul. Belum lama ini gua marathon film-film Akira Kurosawa, ada Yojimbo, Sanjuro, The Hidden Fortress, Throne of Blood, sampe Ran juga. Namun dari semua masterpiece itu ada satu yang paling berkesan bagi gua, yakni "Stray Dog". Film noir jepang tahun 1949 karya Kurosawa starring Toshiro Mifune.. dengan judul yang cukup nyentrik ini bikin gua penasaran banget. "Kenapa Stray Dog coba? apakah film ini film noir soal nyari anjing hilang?" yah perkataan gua barusan ternyata sebetulnya gak terlalu salah.

Saturday, December 7, 2013

13 Sutradara film favorit gw (bukan favorit A.R)

Mengingat gw sekarang lagi UAS (dan bentar lagi UN), kayaknya gw bakal ga bisa review film dulu deh untuk sementara ini. Oleh karena itu, gw bikin artikel ini buat perpisahan sementara, biar lu semua ada referensi sutradara yang awesome dan karya2 mereka yang masterpiece selama gw menghilang dari KFG, huehehehe

Sebelumnya, Honorable Mention buat: Raimi, Spielberg, Kobayashi, Bergman, Bigelow, Jodorowsky, Bunuel, Fincher, Mann, Roeg, Francis Ford Coppola, Hitchcock, Ozu, dan Wong Kar-Wai. Dan btw, list ini akan bener2 dan sangat subjektif, jadi harap maklum ya kalau ada sutradara favorit lu yang ga nongol namanya di sini.

So, tanpa basa-basi lagi, inilah 13 sutradara film favorit gw, dan yang gw bold itu best work sang director.

Thursday, November 21, 2013

Friday, November 15, 2013

Taman Lawang (2013) Review.


Di suatu restoran ternama di Jakarta, Ongal Syahputri sedang berbicara bersama seorang sutradara film bernama Andi Alay. dialog mereka kira2 begini:

"Ga nyangka aku Ndi, film yang kita bikin kemarin ternyata laku keras, gila lo, sampe tembus 100 ribu penonton."
"hahahaha yes, itu semua berkat kerja keras kamu baby, ngepromosiin film ini di berbagai macam media, bahkan admin blog Kritikus Film Beneran yang namanya Tarnoto Sumantini sampe rela nonton film kita, padahal dia biasanya pemilih banget lo kalau mau nonton film Indonesia, apalagi genrenya horor."
"aaaaaah kamu bisa aja deh Ndi"
Andi menjilat pipi Ongal, Ongal pun tersenyum lanji dan tidak peduli dengan orang-orang sekitar mereka.

Wednesday, November 6, 2013

Thor: The Dark World (2013) Review


Let's be clear, kita semua hidup di dunia post-avengers (atau yang Marvel sebut sebut sendiri "Phase 2" dari rencana world domination mereka). Ekspektasi viewers terhadap standalone superhero sequels sangatlah tinggi, dan banyak orang-orang yang bilang "Terlalu banyak film superhero masa kini!" "Saking banyaknya jadi semua terasa mirip!" Yah pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, kira-kira sekitar jangka 4 bulanan sudah muncul lagi film superhero blockbuster mahabesar yang terlalu dahsyat kalo dilewatkan. Thor: The Dark World hadir bagi manusia yang haus akan aksi spektakuler, yang pastinya sayang kalo ga ditonton.

Friday, November 1, 2013

Bangkit Dari Lumpur (2013) Review.


Apa kabar Ton? Ini gw Timothy. Kemarin malam gw sama si Julio pergi ke bioskop buat nonton Bangkit Dari Lumpur, lu kaget kan gw akhirnya nonton film Indonesia? genrenya horor lagi. Gw sebenarnya nganggur kemarin malam Ton, mau nonton film horor, tapi masa nonton film horor di laptop asus jadul gw, kan ga asik. Gw pun memutuskan untuk nonton Bangkit Dari Lumpur, si Julio katanya ada firasat buruk, dia bilang akan terjadi sesuatu sama gw sebelum gw nonton Bangkit Dari Lumpur, gw kira dia bercanda, eh ternyata bener2 kejadian, mobil gw pas mau berangkat ke bioskop nyerempet tembok rumah. Belum ketahuan bokap gw sih kalo bagian kanannya agak hancur, cuman gw udah membayangkan ekspresinya pas tau tu mobil udah gw kotori keperawanannya. Halo Ton, lu masi di situ kan? ato ini cuman kotak voicemail lu? apapun itu, pokoknya elu, dan seluruh penggemar film di Indonesia harus tahu, kalau ternyata film dengan genre horor di Indonesia masih belum berubah, elu dan mereka harus tau Ton, harus......

Sunday, October 13, 2013

13 Episode The Twilight Zone Season 1 (1959) Terbaik Versi Kritikus Film Gadungan.


"There is a fifth dimension beyond that which is known to man. It is a dimension as vast as space and as timeless as infinity. It is the middle ground between light and shadow, between science and superstition, and it lies between the pit of man's fears and the summit of his knowledge. This is the dimension of imagination. It is an area which we call, The Twilight Zone." - Rod Serling.

Setiap orang pasti punya tv series favortnya masing2, temen gw si Hanjoyo demen ama SUPERNATURAL, om gw demen ama ALIAS, bokap gw suka sama CSI, emak gw suka sama SERIES KOREA (ga gw beri judul, ini dikarenakan emak gw suka semua series korea, apapun judulnya, yang penting lucu), guru gw suka sama TUKANG BUBUR NAIK HAJI (ITU MAT SOLARNYA KEMANA?) temen gw yang setengah laki setengah cewe demen THE WALKING DEAD. Semua orang punya tv series favoritnya masing2, dan kalo lu nanya ke gw, apa tv series favorit gw, tanpa ragu2, gw pasti akan langsung jawab BREAKING BAD, why? it's perfect, 1 kata itu aja udah cukup untuk ngedescribe seluruh kegilaan yang ada di Breaking Bad. Tapi tapi tapi, post ini gak akan ngebahas BREAKING BAD, karena disini gw akan ngebahas salah satu tv series menyeramkan yang telah ada 5 dekade yang lalu, yep, it's THE TWILIGHT ZONE, berbeda dengan series lain yang kebanyakan ceritanya bersambung melulu, or series kayak THE X-FILES yang 1 episode 1 kasus (meskipun ada kontinuitas dan perkembangan cerita di tiap seasonnya), The Twilight Zone ini lebih kayak series anthology, tiap 1 episode, ceritanya beda2. Contoh gampangnya, di trans tv dulu rasanya ada series horor keren bernama HIDAYAH, nah, The Twilight Zone seperti Hidayah, cuma jauh lebih bagus daripada Hidayah. Walaupun ni series tayang dari taon jebot (1959-1964, gile, bokap gw aja belum lahir), but The Twilight Zone itu adalah karya klasik dan tetep bisa dinikmati anak2 jaman sekarang, gw aja tiap malem kerjaanya nonton ini melulu, makanya gw sekarang jarang banget ngereview film, ketagihan marathon Hidayah sih, eh, The Twilight Zone, huehehehe.

Monday, September 30, 2013

Grand Theft Auto V (2013) Playstation 3 Review




Tentu umat manusia memiliki yang namanya hari bersejarah, entah itu hari kemerdekaan negara, hari terjadinya tragedi mengerikan, atau hari pernikahan, atau lebih gampang deh hari jadian. Trust me hari jadian itu bersejarah, gua aja lupa hari jadian gua oleh karena terlalu lama menjomblo. #curhat #galau


17 september 2013.. Itu adalah hari yang sangat bersejarah bagi umat gamers seluruh dunia. Hari dimana Rockstar Games merilis Grand Theft Auto V.

So, here it is guys... Grand Theft Auto V




Wednesday, September 25, 2013

Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita (2013) Review.


Kalo boleh jujur, hype Azrax ini bener2 viral, saking viralnya, gw ampe bela2in ngeskip les sosiologi demi nonton pemutaran perdana Azrax, dan juga dari tweet yang gw baca di twitter, Azrax ini katanya dikunci dan dipastikan memenangkan piala citra 2013, belum lagi posternya yang didesain secara profesional banget, art posternya itu gila bener! ditambah lagi ada embel2 suting JAKARTA-HONGKONG, bahkan trailernya sendiri yang catchy dan brutal, anjrit, kalo biasanya gw nulis kata2 pembuka kayak "akankah Azrax film ekspektasi gw" atau "akankah film ini berakhir bagus" untuk Azrax, kayaknya gak ada kalimat pembuka macam gitu deh, karena gw tau, pas gw nonton trailernya, gw yakin kalo Azrax akan menjadi sebuah film paling sensasional yang pernah ada di alam semesta ini.


Wednesday, September 4, 2013

El Topo (1970) Review.


Buat orang Indonesia, nama Alejandro Jodorowsky itu terdengar seperti nama David Bowie ato Elton John, ga semua orang tau siapa dia, tapi karya2nya itu diketahui oleh orang2 dengan daya intelejensia tinggi yang suka coli ngeliat gambar Grace Kelly malem2. The Holy Mountain, contohnya, adalah sebuah contoh konkret gimana sebuah film itu ga perlu 100 galon darah untuk bikin orang muntah bakwan (Yang baca review The Holy Mountain gw kemaren pasti ngerti apa yang gw maksud), Cukup dengan beberapa scene yang bizzare, visual yang eksotis tapi 'ngehe; dan muka plontos sick bastard motherfucker bernama ALEJANDRO JODOROWSKY, udah deh, tuh layar laptop (or TV) bakal berubah jadi dunia surrealis paling aneh, dimana lu bingung mau cari jalan keluarnya dimana. The Holy Mountain adalah sebuah film yang bikin gw ketawa bercampur sedih sekaligus bersemangat menghadapi hidup pas filmnya berakhir. Akankah El Topo, karya Alejandro Jodorowsky ini bisa menandingi keindahan visual The Holy Mountain, atau malah lebih buruk?


Monday, September 2, 2013

Elysium (2013) Review

  


Pada tahun 2009 lalu, Neil Blomkamp menunjukan pada duniasebuah film Sci-fi Thriller 'District 9'. District 9 menunjukan sebuah film imajiner sci-fi penuh humor satir gelap, memperlakukan Alien yang tiba di planet bumi selayaknya orang Yahudi pada masa Holocaust. Loncat 4 tahun kedepan, Neil sekali lagi memberikan film sci-fi futuristik distopia yang betul betul mengkritik total kapitalisme, Elysium.

Sunday, September 1, 2013

Only God Forgives (2013) Review.


Only God Forgives itu punya bau2 yang sama dengan Django Unchained-nya Q.T dan The Master-nya P.T.A, sama2 overhyped, bedanya, kalo Django dan The Master itu reviewnya kebanyakan bagus, Only God Forgives ini nasibnya tragis, cuman dapat skor 6.1 di IMDB dan dapat ratting 41% di tomat busuk, bener2 menggenaskan, padahal Nicolas Winding Refn itu salah satu sutradara jenius, dia tau mana yang jelek, mana yang bagus, terbukti lewat Drive yang rilis taon 2011 kemaren, Refn berhasil mendobrak dinding pemisah antara arthouse dan mainstream, dan menjadi salah 1 film genre drama-action-thriller terbaik yang pernah gw tonton. Nah, Only God Forgives sendiri merupakan hasil karya Refn setelah Drive yang bersetting di bangkok, aktornya pun lagi2, si Ryan Gosling, banyak kalangan makhluk halus (baca: hipster jadi2an) nganggap Only God Forgives itu kayak sekuel halusnya Drive, termasuk gw. Kemaren akhirnya gw nonton ni film, ekspektasi pun gw set serendah2nya, takutnya ntar gw kecewa trus nih film gw hina2 di blog gw, yang berujung pada penilaian subyektif bin super retarded karena salah ekspektasi, dan salah intrepertasi. Akankah Only God Forgives menjadi sebuah tontonan mewah sekelas Drive, atau malah berujung tragis seperti apa ya, Kungfu Pocong Perawan?

Sunday, August 18, 2013

Grand Theft Auto IV (2013) Playstation 3 English Review



Time flies so fast, as I've just realized that it's been five years since Rockstar Games' Grand Theft Auto IV astonished the gaming industry. And now it's less than 30 days until the release of Rockstar Games' next phenomenon, Grand Theft Auto V. To honor this upcoming Festival of Gaming extravaganza, KFG took this circumstance to Review one of the best games of our generation.

(This is KFG's first English Review)

Friday, August 9, 2013

Ngalur-Ngidul OOT bersama Liebster dan Sunshine Award.

Dikarenakan gw sedang menghadapi getal-getolnya ulangan kenaikan kelas kemaren, serta gw sedang dalam menghadapi suasana baru kelas XII (itu juga gw hampir ga naik kelas kemarin) maka maaf banget buat para gadunganers (sampai sekarang gw bingung mau namain pembaca blog ini apah, sahabat gadungan? kotak gadungan?) karena gw untuk sementara ini ga bisa nulis apa2, nonton film tetep sih sering, cuman waktu buat ngereviewnya itu alamak, susahnya minta ampun, jadi sorry banget ya, ampe sekarang pun review Cinta Brontosaurus, World War Z, ama Pacific Rim pun masih tetep ngendem di draft, ampe udah ada sarang laba2nya tuh review, wkwkwkwk. Postingan gw kali ini bakal nyeritain curhat gw ama liebster award ama sunshine, gw juga ampe sekarang masih bingung itu award apaan, yang jelas beberapa waktu yang lalu, gw diundang ama Mas Akbar, sang empunya blog saingan tetangga kfg, yakni me on the movie, yang mau baca liebster dan sunshine award dia, cek di mari lah: Klik disini

Daripada makin ngalor ngidul ga jelas, yuk mari kita mulai.

Saturday, June 22, 2013

The Last of Us (2013) Playstation 3 Review



Tahun 2013 ini adalah tahun penghabisan bagi konsol generasi ke 7, Sebuah akhir dari era Playstation 3 & Xbox 360. Di tahun 'closing' inilah rilis game yang eksklusif untuk Playstation 3 dan merupakan salah satu game yang ditunggu-tunggu para gamer seluruh dunia; The Last of Us.

Friday, June 14, 2013

Man of Steel (2013) Dual Review



Sudah 35 tahun berlalu sejak Richard Donner menggemparkan dunia dengan film 'Superman' yang menangkap semua imajinasi para comik book nerds seluruh dunia. Sekarang Zack Snyder pun berambisi menghidupkan kembali sosok Superman yang sesuai untuk penonton Abad ke 21.

Tuesday, June 4, 2013

THE HANGOVER: PART III (2013) REVIEW.


Sudah 4 tahun semenjak kemunculan The Hangover yang luar biasa brilian itu, dan 2 tahun semenjak kemunculan The Hangover: Part II yang biasa-biasa saja. Dan tahun ini, The Hangover: Part III muncul kembali untuk (yang katanya) mengakhiri petualangan hebat para gerombolan serigala liar, konyol, dan goblok. Akankah The Hangover Part III menjadi sebuah penutup trilogi yang luar biasa epic, kuat, solid, menyenangkan, dan HEBAT macam 'The Dark Knight Rises' (eh ini jauh amat ngebandinginnya) atau hanya akan menjadi sebuah tai ayam yang eksotis sekaligus pemberi bencana seperti The Hangover Part II?

Tuesday, May 14, 2013

Evil Dead (2013) Review.


Udah hampir 7 tahun semenjak gw untuk pertama kalinya ditakut2in sama sebuah film horor yang ampe sekarang masih gw anggep sebagai sebuah film horor terbaik yang pernah muncul di dunia ini, The Evil Dead (1981). Saking cintanya ama Evil Dead, gw udah sampe ga peduli lagi sama kelemahan (kegoblokan? kebodohoan? ketololan?) yang ada pada The Evil Dead, why? karena The Evil Dead itu satu2nya film horor yang ngebikin gw tidur ama orang tua sampai pas kelas 3 smp, sesuatu yang entah kenapa gak bisa The Shinning dan The Exorcist lakukan terhadap gw (serius, gw nonton The Exorcist ama The Shinning itu gitu2 doang, gak ada yang sampai horor kayak gimana). Dan beberapa waktu silam, akhirnya Evil Dead yang di remake pun muncul di layar bioskop, yang gw rasain adalah perasaan senang bercampur sedih, senang karena cerita Evil Dead itu bakalan di apgred dan mungkin lebih bagus dari pendahulunya, dan sedih, karena kabar sekuel Army of Darkness aka: Evil Dead IV mungkin gak akan pernah nongol lagi. Apakah Evil Dead Remake akan menjadi sebuah film horor yang menakutkan seperti yang dijanjikan taglinenya? atau malah menjadi random shit kayak beberapa karya remake yang udah nongol  dan malu2in karya orisinilnya?

Friday, May 3, 2013

What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013) Review.


Kita mengikuti kehidupan Diana (Karina Salim), seorang siswi sekolah luar biasa yang hanya mampu melihat dalam jarak 2cm. Andhika (Anggun Priambodo) pun datang dan membuat hati Diana terpikat olehnya. Fitri (Ayushita) adalah salah seorang siswi SLB tuna netra yang sering menulis surat-surat personal kepada Hantu Dokter yang belakangan diketahui adalah seorang tuna rungu bernama Edo (Nicholas Saputra). Cinta dan hasrat untuk saling memiliki pun tumbuh diantara mereka berdua, tapi, apakah cinta mereka mampu mendobrak dinding disabilitas yang menghalangi mereka?

Monday, April 29, 2013

Iron Man 3 (2013) Review



Akhirnya habis hiatus gue setelah menempuh berbagai macam ujian berat yang menguji mental dan fisik gue hingga maksimal. Semua itu gue jalani dengan penuh keputusasaaan, i've done what i can, the rest is in the hands of destiny.

ah fvck that man! I am here to discuss Iron Man 3!

Monday, April 22, 2013

Ngalur-Ngidul OOT Gadungan Vol.10: 13 Film Terbaik Tahun 2012 Versi Kritikus Film Gadungan.

Alas! Setelah berkutat dengan berbagai macam remedial dan tugas2 sekolah yang sangat memprihatinkan, akhirnya gw sanggup juga untuk nonton film2 rilisan tahun 2012 sekailgus ngebuat list ini. Emang sih, rada2 telat bener baru nulis list film tahun 2012 di bulan segini, cuman ya mau gimana lagi, gara2 gw uts, remedial, marathon tv series Breaking Bad sehingga lupa juga nonton film2 beneran, membuat gw terkesan menggampangkan tugas ngebikin list beginian. Ya sudahlah, daripada banyak omong lagi, ini dia, 13 film terbaik tahun 2013 versi kritikus film gadungan!



Wednesday, April 17, 2013

Curhat Film 18++ Episode 7: 5 keuntungan membeli DVD Original

Kali ini gw mau ngeshare 5 keuntungan membeli dvd original instead of beli dvd bajakan. Entry kali ini gw tulis selain untuk menuh2in entry bulanan, tulisan gw kali ini juga gw ikutkan dalam acara menulis #BeliOriginal yang diadakan oleh abang @VeHandojo. Kalo ditanya kenapa gw nulis ginian, itu sih karena gw pengen The Crying Game Region 3 guys, itu salah 1 film favorit gw, twistnya itu edan, bukan twist sih, tapi PENTWIST! gw ingin memajukan penindustrian dvd agar filmmaker2 sekitaran lebih bersemangat untuk membuat film dan merilisnya dalam bentuk home video unyu2, sekaligus menghapuskan pembajakan dari muka bumi ini, gyahahahaha!!!

Friday, April 12, 2013

Arlington Road (1999) Review.


Gw tumbuh besar dan berkembang bersama film thriller dengan bumbu twist, yang menurut hemat gw,  adalah sebuah film awesome, kenapa? karena film yang berisi twist2 tebal biasanya mampu membuat penontonnya speechless dengan twist yang nongol di akhir2.  Masih ingat adegan klimaks Tony Leung yang nodong pistol ke Andy Lau di Infernal Affairs, atau saat Fight Club membuat mata penontonnya terbelalak saat melihat twist sakti mandragunanya yang nyaris gak logis dan patut dipertanyakan kejiwaan sutradaranya, dan pada saat The Prestige yang menusuk nurani lu yang paling dalam dengan twist abrakadabra si Nolan yang, in a good way, membuat penontonnya menepok jidat sampai benjolan ngilu2 gitu. Yea, that's right, I love movie with twist, dan apakah Arlington Road akan membuat gw terbungkan dengan adegan penipu yang sometimes bisa gw tebak2 manggis? let's find out!

Wednesday, April 3, 2013

The Walking Dead Season 3 (2012) Review.



Gabungin tuh kata2 kayak macho, awesome, badass, brutal, dan epic buat ngedescribe kegilaan poster The Walking Dead season 3, poster ama tag linenya 3 itu aja udah ngegambarin bakal seperti apa kegilaan yang bakal nongol di season 3 ini. And again, just look at that crazy-ass dusty poster, damn!


Saturday, March 23, 2013

Badai Pasti Berlalu (1977) Review.


Guys, ga semua film jadul itu jelek kok, emang bener sih kalo dari segi teknikalitas, film jadul era taon 80 kebawah itu cupu banget gaya2nya kalo dibandingin ama film2 jaman sekarang, kalo lu coba nonton film jadul, awal2nya pasti ngebosenin banget, kayak Dr. Strangelove dan Vertigo itu awal2nya tai banget ngeboseninnya. Tapi percaya deh, mulai dari pertengahan sampe akhir, film jadul kayak begitu akan berubah menjadi sebuah magnum-opus nan memorable yang endingnya sendiri bakal menjadi sebuah rewarding shit yang bakal ngebikin lu orgasme segila2nya, serius.  Dan beberapa hari yang lalu, mumpung gw lagi di kota lautan api neraka (red. Jakarta), gw pun berkesempatan untuk ikutan nonton Badai Pasti Berlalu-nya Teguh Karya di Kineforum, sebuah bioskop non-komersil yang muterin film2 dari seluruh dunia yang judulnya sendiri mungkin belum pernah lo denger.  Awalnya sih gw mau ikut nonton The Piladelphia Story, cuman sayang, itu film 18 tahun keatas, dan kalo mo nonton harus nunjukin KTP, sial, pengen deh gw ngomong ke mas2nya: "Mas, mungkin secara fisik saya masih 16 tahun, tapi dari lubuk hati saya yang paling dalem, saya sudah berumur 25 tahun, saya udah nonton A Clockwork Orange puluhan kali (6 kali deh 6 kali), Mulholland Dr 2 kali, The Holy Mountain 2 kali, Dial M For Murder 2 kali, kasihani saya lah mas, kasihani saya...."

Thursday, February 28, 2013

Belenggu (2013) Review.


Actually, there are several reason why hype Belenggu itu begitu besar dan menyeruak kemana2, sehingga membuat gw yang tipikal maniak-film anti Habibie Ainun langsung nonton Belenggu di hari pertama pemutaran film ini di bioskop kota gw:

1. Belenggu adalah film yang ngebuat Joko Anwar sirik.

Siapa sih yang kagak tau Joko Anwar, sutradara udin sedunia ini emang auteurs Indonesia terdewo dalam hal ngebikin film thriller.  Doi adalah director yang menurut gw berani mendobrak batasan2 dogma perfilman sekitaran.  Karya2nya gausa dipertanyakan lah, bagus2 semua kok (except Kala, gw gak pernah ngerti dimana bagusnya itu film), dan Joko Anwar nge-tweet bahwa film Belenggu itu adalah film yang membuatnya sirik? Damn!

2. Belenggu terinspirasi dari Twin Peaks.  

Upi sendiri ngomong, kalo dia pas SMP nonton Twin Peaks, dan sejak saat itu, dia  pengen banget ngegarap film thriller. Upi sendiri bilang kalau Belenggu bakal agak2 mirip ama Twin Peaks, mengingat Twin Peaks sendiri is my alltime favorite tv series (cek index-review, disitu gw ada ngereview Twin Peaks), membuat gw sebagai manusia yang tegila2 ama Twin Peaks bakal merasa kayak Power Ranger Biru kagak pake helm kalo sampe kagak nonton Belenggu.

3. Belenggu itu trailernya bangsat keren.  

Jujur, trailer film ini asli anjing banget kerennya, gw sih penasarana aja sama itu kelinci, ngingetin gw sama kelinci di Donnie Darko, ama kelinci2an cabul masuk tv di Inland Empire.

Intinya, Belenggu itu merupakan sebuah film yang hype-nya persis kayak jaman2 The Raid/Modus Anomali kemaren, bolos2 dah gw masuk sekolah, yang penting ketonton Belenggu.

Wednesday, February 27, 2013

Ngalur-Ngidul OOT Gadungan Vol.9: The Harlem Shake A.R

Admin A.R ikut serta dalam fenomena global yang berupa Video 30 detik
yang menjadi Viral sedunia.

Video yang disebut "The Harlem Shake".
dimana beberapa rang random dansa gajelas itu sambil muter lagu The Harlem Shake dari Baauer.
Nah. berikut ini adalah beberapa video dimana saya ikut serta.
View & Like please~



 THE HARLEM SHAKE FUTSAL VERSION.
 





THE HARLEM SHAKE TRYOUT UAN VERSION

Saturday, February 23, 2013

Lifeboat (1944) Review.


Hampir semua maniak film di seluruh dunia ini udah pada tau siapa itu Alfred Hitchcock, dengan gaya2 dia ngomong yang unyu2 menjerumuskan, tatapan mata yang sinis tapi bersahabat, Alfred Hitchcock itu buat gw adalah one of the best director yang pernah ada di dunia. Inovasi2nya itu bener2 original, mulai dari Rear Window yang dari segi teknikal itu luar biasa keren, Dial M For Murder yang dari segi suspense bener2 dafuq, Notorious yang romance-nya gak nahan, Rope yang long take-nya itu aduhai sekali, hingga Vertigo, karyanya menurut gw yang emang paling masterpiece-nya dia.  Tapi, masih ada beberapa film beliau yang belum gw tonton, mulai dari Lady Vanishes, Frenzy, Family Plot, Marnie, dll. Dan akhirnya, Lifeboat pun muncul di sela2 folder film2  Hitchcock gw yang mulai berdebu.  Akankah Lifeboat memenuhi ekspektasi gw sebagai salah 1 film Hitchcock yang terbaik, atau malah yang terburuk seperti Trouble with Harry yang dulu sampe bikin gw nguap2 berkali2, let's find out!

Zero Dark Thirty (2012) Review.



Tadi malem gw mimpi basah, bedanya, kali ini mimpi basah gw isinya bukan ngewe2 ama cewe, or had threesome with Lucy Pinder dan Jordan Carver, tapi mimpi basah gw kali ini nyeritain gw lagi main Magic: The Gathering ama Jessica Chastain, dan menurut gw kayaknya ada 3 alasan kenapa gw bisa mimpi basah main MTG ama mbak super unyu sejagat aka: Jessica Chastain: 

1. Gw lagi kecanduan main Magic: The Gathering, gila bener yang bikin MTG, ini permainan emang adiktif gila, yang pernah baca review suckseed gw, you guys mungkin udah pada tau kalo gw goes pro pas main jaman2 gw masih main TCG Yu-Gi-Oh, dan harus diakui kalo main Yu-Gi-Oh! itu emang sama2 adiktif, tapi MTG ini feelnya lain dari pada lain, there's no such thing such as kartu monopoli, maksud gw, deck 50 ribuan gw bahkan bisa nge-beat deck yang ngecost dompet player-nya ampe ratusan ribuan bahkan ampe jutaan rupiah, meanwhile YGO itu lebih ke Card Oriented, MTG itu buat gw lebih ke skill dan luck, deck 50 ribuan mana bisa nge-beat deck yang ampe 5 juta harganya kalo di yugioh, dadah deh buat yugioh karena banlist2nya yang luar biasa bikin gw bangkrut, Magic: The Gathering FTW.  

2. Mungkin karena efek nonton Zero Dark Thirty, keunyuan Jessica Chastain itu bener2 absorbing.

3. Gw nyaris ga pernah coli.

Tuesday, February 19, 2013

J-Fest Momiji Matsuri 3 SMASA Banjarmasin Report.



Hari minggu tangal 17 februari kemaren, gw menghadiri acara J-Fest Momiji Matsuri SMA 1 Banjarmasin yang ke-3. Gw datang kesana karena selain karena kultur jepang yang selal menarik, banyak barang benda ajaib yang dijual, hingga makanan yang bikin kantong gw cekak, gw sebenarnya juga ngebikin stand film. Bersama Patrick, Marsel, Uta, dan sahabat2 ajaib yang lainnya, gw pun berjuang sekuat tenaga untuk menghadapi cobaan2 yang telah Stanley Kubrick berikan, berhasilkah gw ngebikin stand film gw sukses? Let's find out!

Thursday, February 14, 2013

Django Unchained (2012) Review.


Setelah 49 hari menunggu Django muncul di bioksop Indo, akhirnya tanggal 13 februari kemarin, gw berkesempatan untuk nonton Django Unchained di bioskop 21.  Ketinggalan? jelas lah, meanwhile temen2 gw banyak yang udah nonton lewat dvdscr, gw masih tetep sabar dan teguh nungguin ini film nongol di bioskop, why? karena seumur hidup gw belum pernah nonton filmnya Tarantino di bioskop. Gw lahir tahun 97, tahun yang sama pas Jackie Brown rilis, Kill Bill Vol.1 dan 2 rilis gw masih anak kecil yang demen nonton kapten Tsubasa dan Beyblade, mana waktu itu belum ada bioskop lagi di kota gw, dan pas Basterds rilis, gw masih belum melek film.  Jadi mungkin ini kesempatan terakhir gw nonton dan menikmati Tarantino movie di bioskop, akankah ekspektasi gw terpenuhi oleh film yang banyak adegan tak terduganya ini? let's check it out!


Tuesday, February 12, 2013

The Last Stand (2013) Review.


Mood gw kemaren langsung runtuh kayak gedung WTC yang rubuh karena ditabrak pesawat, why? KARENA DJANGO UNCHAINED MASIH BELUM TAYANG REGULER.! Setan dah, padahal menurut logika pikiran Light Yagami gw, jika Django Unchained tayang midnight pada hari sabtu malam, maka Django Unchained pasti akan tayang reguler di hari seninnya, ternyata tebakan gw salah, Django masih belum tayang reg, padahal gw udah janji mau ngadain nonbar sama para sahabat jancuk perwakilan smasa-smasix.  Gila bener 21, tau aja gw paling kagak bisa nonton midnight, eh ternyata Django diputerin midnight doang, haram hukumnya anak sma nonton midnight, ntar dikira macem2 pulang malem lewat jam 12, padahal gw udah sabar habis2an dan berusaha menahan nafsu ga nonton versi dvdscr, swt.  Kecewa sama ga munculnya Django, gw pun mutusin untuk nonton The Last Stand, kenapa gw milih nonton The Last Stand?  karena di film ini ada Luis Guzman, aktor kelas supporting favorit gw di Boogie Nights. Akankah kekecewaan gw karena Django belum main terobati lewat The Last Stand, let's find out!


Saturday, February 9, 2013

The Master (2012) Review.



Buat gw, Paul Thomas Anderson itu udah kayak Stanley Kubrick jaman sekarang, dan Quentin Tarantino-nya film drama, kenapa?  Karena film2 yang dia bikin semenjak Boogie Nights itu bagus2 semua, ga ada yang jelek atopun biasa.  Boogie Nights itu kayak pencampuran Pulp Fiction ama Goodfellas, terus diberi sentuhan adult content yang stupendous, P.T.A dengan jeniusannya ngebikin suatu biopik yang hampir sempurna tentang apa yang selama ini terjadi dibelakang layar industri perfilman *****, first time viewing biasa, tapi pas second viewing baru dah berasa dimana kehebatan Boogie Nights.  Magnolia juga epic, P.T.A nyatuin ensemble cast mulai dari Tom Cruise sampe kodok, dan ngebuat sebuah cerita dengan layer yang berbeda2 didalamnya makin kompleks dan rumit, 3 jam durasi Magnolia itu jalan itu berasa kayak 30 menit, ga kerasa lamanya tau2 udah habis.  Punch-Drunk Love, film yang ngerestore faith gw terhadap kemanusiaan, dan juga terhadap dunia percintaan, Sandler aktor paling random sedunia, tapi lewat Punch-Drunk Love, dia ngebuktiin, bahwa dia bukan cuman aktor film begituan.  There will be blood, film pertama pta yang gw tonton, dan buat gw, There will be blood itu juga salah 1 alasan kenapa gw sekarang jadi maniak film.  4 dari 5 film pta itu hebat2 dan keren2, 2 dari filmnya masuk kedalam daftar top 10 gw, dan janggut pta itu menurut gw lebih awesome daripada janggut nya Kubrick or Leone.  Ga ada alasan buat gw sebagai seseorang pencinta film gadungan untuk engga nonton The Master, film terbaru Paul Thomas Anderson yang udah gw tunggu2 semenjak beberapa bulan yang lalu.  Akankah ekspektasi gw terpenuhi oleh film yang di shot dengan kamera 70mm ini? let's find out!

Wednesday, February 6, 2013

Raising Arizona (1987) Review.


Beberapa hari belakangan ini gw kena sariawan, konyolnya, sariawan-nya ini nongolnya di lidah, dan sukses ngebikin gw ngomong kayak orang kumur2.  Misalnya gw ngomong "pah, minta jajan."  yang di denger bokap gw bukan gw minta duit, tapi suara yang di dengar beliau akan jadi seperti ini: "9wyOu@h, M!ntaQ@ 444n."  gw bukannya berlebihan, tapi begitulah kondisi mulut gw sekarang ini, kadang2 normal, kadang2 hipster.  Susah ngomong, gw pun memutuskan untuk ngelanjutin marathon film Coen bersaudara, dari Blood Simple, gw lanjut ke Raising Arizona, yang digadang2 sebagai salah 1 film Coen yang paling enjoyable dan ga surem2 absurd kayak pendahulunya, Blood Simple.  Akankah keunyuan Raising Arizona berhasil mengatasi penyakit sariawan gw? jarang2 lo gw nulis review pas lagi kena sariawan begini.

Monday, February 4, 2013

Curhat Film 18++ Episode 6: Gue dan 5 Alasan yang Membuat Sebuah Film itu Hebat(bukan bagus yee)!

Postingan kali ini bukan gw yang nulis, bukan A.R yang nulis, dan juga bukan tsuya3 yang nulis, tapi postingan kali ini adalah hasil tulisan seseorang bernama kritikuspurapura AKA: criesmary.  Criesmary, who in the blue hell is Criesmary?  Gw dan criesmary pertama kali ketemu di kaskus, waktu itu gw lagi nyari BD murah, dan waktu itu dia lagi jual koleski BD-nya dengan harga bombastis, dan bam, gw pun ketemu sama dia, negosiasi sama dia, transaksi sama dia, dan ujung2nya gw baru tau kalau ini orang punya blog awesome bernama kritikuspurapura.wordpress.com.  And then, gw sadar nama blog gw sama blog dia mirip, satunya gadungan, satunya pura-pura, kayaknya bisa jadi blog aliansi kakak-beradik nih, kayak AKB-48 sama JKT-48, gw ngajak aliansi, dianya mau, dan yah, akhirnya kami berdua menjalin persahabatan untung2an di twitter, entah kenapa pas gw nulis tulisan 'persahabatan' konotasinya langsung kayak nasib Charlie Runkle di Californication Season 6 Episode 3, gayward banget tulisan gw, duh.

Tapi jawaban gw diatas belum menjawab pertanyaan "who in the blue hell is criesmary?" Siapa criesmary? menurut gw, criesmary adalah movie-blogger/awesome-blogger yang paling jujur dalam tulisannya, dia nulis ga make topeng, semuanya blak2an dan apa adanya, tulisannya tuh brutal truth like Seth Gecko yang nanya2 ke si Jacob gimana istrinya si Jacob bisa mati, ga ada topeng sama sekali.  Gw kagum sama ini orang karena dia adalah salah satu part of society yang berani mengakui dirinya sebagai mana adanya, dimana kebanyakan orang yang kebanyakan memang elitis tapi malu untuk mengakui diri mereka elitis, nih orang blak2an nulis di blognya kalo dia memang elitis, tanpa sembunyi2 malu2 kucing, gimana ga awesome coba.

Tulisan agan criesmary bisa dibilang menginspirasi banyak orang, termasuk gw, tulisannya membuat gw sadar bahwa kita harus jujur mengakui diri kita sendiri, jangan ngikut2 orang, jangan malu untuk mengakui kalo kita sebenarnya begini, jangan malu untuk mengakui kalo kita sebenarnya begitu, jangan malu kalo lu sebenarnya elitis, jangan malu untuk mengakui kalo lu sebenarnya agnostic-theist, jangan malu untuk mengakui kalo lu sebenarnya suka nonton Transformers 3, jangan malu untuk mengakui kalo lu ngiler ngeliat rambutnya si Bisma, intinya jangan malu ama elu yang sekarang, jangan malu ama selera yang lu miliki.  Terserah orang mau bilang elu bejat kek, elu amoral kek, elu jelek kek, elu straight dibilang gay kek, as long as elu ga ngerugiin orang lain, elu udah bener, jangan malu sama diri lu sendiri.  Itu pesan moral yang gw tangkap dari tulisan dia yang gila dan awesome itu.

Gw udah kehabisan kata buat memuji ini orang, sebenarnya gw muji2 supaya ntar dikasih diskon lagi kalo beli film ama dia, tapi jujur, ini tulisan tulus dari lubuk hati gw yang paling dalem, kalimat pujian penutup yang mungkin bisa gw ucapkan ke agan ini, mungkin cuman bisa gw kutip dari last-linenya Patricia Arquette di True Romance pas dia muji2 Slater yang lagi main sama anaknya di pantai: I look back and am amazed that my thoughts were so clear and true, that three words went through my mind endlessly, repeating themselves like a broken record: you're so cool, you're so cool, you're so cool, asshole.




Selamat Membaca

Gue dan 5 Alasan yang Membuat Sebuah Film itu Hebat(bukan bagus yee)!


No, ini bukan artikel ngeledek, sarkasme, satir, mocking, porno, ataupun sejenisnya. Ini artikel serius! So prepare yourself for the awesomeness of Kritikuspurapura when he is in serious mode!
Entah udah berapa kali kejadian, pas gw lagi jalan siang2 gitu, entah di Mall, park, restoran, cafe ato wherever it is, ada cewe tiba2 nyamperin gw. Terus sambil pura2 nyondorin toketnya ke  bahu gw, atau ngeraba2 halus selangkangan gw, tuh cewe bertanya(padahal ada cewe gue disamping! gila emang women jaman sekarang), “Kritikuspurapura, apa sih yang bisa bikin lu nganggep sebuah film itu hebat? Jelasin dong ke gw, saya kan pengen jadi awesome juga like you do”, dan tentu aja gw langsung gak nanggepin(karena ada cewe gue disamping! gila emang women jaman sekarang), en get the hell off from that place. Bukan sekali aja lho, berkali2 di tempat dan sudut yang berbeda2! Gw ampe bosen. Nah, karena saking seringnya ditanyain, gw jadi bertanya2 sendiri, Apa sih yang sebenernya bikin gw menganggap sebuah film itu keren?
I. Koneksi/Emosi.
Ini adalah alasan paling penting yang bikin sebuah film itu bener2 berharga banget buat gw. EMOSI. Gimana sebuah film bisa membuat kita sebagai penonton ikut terseret kedalamnya itu harus ada. Emosi yang gw maksud itu bukan berarti emosi macem pengen kabur keluar dari bioskop gara2 ketakutan nonton film horror, celana elu di bagian belakang menyempit pas liat Robert Pattinson and Kristen stewart di layar gara2 pengen boker, atau perasaan kagum disaat elu ngeliat set2 gila di Peter Jackson’s King Kong or Cameron’s Avatar. Yang gw maksud itu tipe2 emosi/koneksi yang bikin elu tersenyum di saat si Driver ngedipin matanya lagi lengkap dengan alunan College in the End of Drive, rasa lega di saat kita tahu kalau endingnya Source Code itu ternyata jadi semacem alternate universe, Rasa takut dan depresi disaat original endingnya The Descent nusuk lu dalem banget with its fear and claustrophobia, perasaan kecil yang berkecamuk di hati elu terus langsung teriak dalam hati kesel sekaligus penasaran gara2 Richard Linklater lagi2 bikin keambiguan diantara Jesse and Celine at Before Sunset, atau Rasa bebas muncul di endingnya The Perks of being a Wallflower dan Shawnshank Redemption. Emosi kaya gitu yang ngebedain film2 bagus, dan film2 hebat. Bagus itu bisa aja cuma teknis, cuma sebuah kalimat. Tetapi hebat itu lebih dari sebuah kalimat, hebat itu IMPACTFUL. Hebat itu bisa mempermainkan emosi elu secara polos, jujur, dan ngejenggut rambutlu biar lu tenggelem. Itulah kenapa dari ribuan film yang udah gw tonton, film2 hebat palingan cuma ada 100. Oh iya, emosi ini menurut gw bukan subjektif, tapi OBJEKTIF. Seriously, cuma orang tolol ,lebay, drama queen and ignorant aja yang bisa ngerasain emosi/koneksi dari transformer series, twilight, or even The Dark Knight Rises.
II. Interpretasi/Ambiguitas, kejutan dan Cerita yang original.
Jujur aja, empat hal ini udah bisa dibilang langka banget di american movies. Film2 yang bisa bikin elu menginterpretasikan sendiri apa pendapat lu tentang film itu, walaupun kadang2 sebenernya udah jelas banget apa yang sebenernya terjadi. Contohnya? Blade Runner. Film taon 82 yang ampe sekarang masih jadi perdebatan di kalangan hardcore fans, tentang apakah Decard itu replicant or not.  Atau Life ofPi, tentang apa yang sebenernya terjadi sih? Atau bagaimana Inland Empire, Mulholland drive, or Survival style Five+ makes you screaming what the fuck is going on in those movie but in the same time feels that those movies is amazing!
Terus film2 yang bisa bikin lu kaget ampe terbelalak gitu, tetapi bukan gara2 lu liat nipplenya si Kate Winslet ternyata burik ato penisnya si Jason Segel gede banget, tetapi kaget kaya pas Endingnya Seven or Fight Club. Ending yang bikin lu berkata-kata bangsat bener otak si Fincher dan berharap lu punya setengah kejeniusan dia(or whatever it is penulis scriptnya). Or udah nonton Cabin the Woods belom? Kalo belom siap2 kaget pas aja setelah satu jem bergulir, elu gak bakaln pernah ngeduga deh kalo tu film bakal ngarah ke situ!
Dan terakhir ialah cerita yang original. Sebenernya original itu overrated banget. Apa sih yang bener2 masih original kecuali vagina perawan jaman sekarang? Udah gak ada. Semuanya udah penuh dengan influenced dan sperma disana-sini. Tetapi itu bukan berarti gw ngebela twilight lho. Tetep aja perseteruan Abadi antara werewolf dan vampir itu bener2 murahan banget. Walopun mo ditambahin kisah cinta antara werewolf dengan anak kecil, kek ataupun vampir yang tititnya bisa menyala di sinar matahari, tetep aja hasil akhirnya tai kotok. Yang gw maksud dengan original ialah ya, original. Contohnya? Lagi2 Seven dan Fight Club. Males gw jelasin. Kalo belom pernah nonton Seven and Fight Club mah katro abis. Jangan ngaku sebagai penggemar film sejati deh.
III. Dialog dan Kalimat-kalimat.
Alasan nomor satu kenapa gw bilang Quentin Tarantino itu jenius, gara2 kehebatan dia ngolah dialog. Padahal, sebenernya Tarantino itu filmmaker yang biasa aja. Gak ada teknik yang bener2 original dari teknikalitas pembuatan film dia. Tarantino nyomot sana sini dari koleksi film luar hollywood dan grindhouse milik dia, dan kemudian masukin semuanya di dalam film dia. Tetapi dari segi dialog? Tarantino nyaris gak ada tandingannya. That’s how powerful dialog is. Dialog/conversation membuat karakter lebih membumi, logis dan hebat. Dialog membawa jalan cerita lebih maju satu langkah. Dialog sama pentingnya dengan pubic hair in a Vagina. Kalo gak ada, rasanya terlalu polos dan palsu..
IV. Musik
Apa jadinya kalo Jackie Brown gak pake lagu Across the 110 Streetnya Bobby Womack? Apa jadinya kalo music yang dipake at tunnel scene di Perks of Being a Wallflower itu lagunya Backsteet Boys? Apa jadinya kalo gak ada score piano Thomas Newman yang peaceful banget disaat Andy and Red ketemu lagi di endingnya The Shawnshank Redemption? Apa jadinya seandainya disaat chuck berpisah ama wilson di Cast Away scorenya Alan Silvestri diganti lagu Reggae? That’s how powerful music are. People kadang2 suka ngeremehin efek musik di dalam sebuah film, tanpa menyadari kalau kadang2 yang tidak terlihat ialah apa yang membentuk segala sesuatunya menjadi satu kesatuan. Musik itu lem yang menempelkan adegan demi adegan, dialog demi dialog, karakter demi karakter menjadi satu entitas yang jelas, abstrak yang fokus, dan terkadang menyegarkan.
V. Opening Scene
Dari menit2 pertama Life of Pi, disaat music Pi’s Lullaby mengalun dan bersatu padu dengan hujan dan animal2, gw dah tau Life of Pi is gonna be great. Inget opening scenenya 2001 : A Space Oddysey? Pas Overture Atmospheres ngalun, terus diikutin classic logo MGM, with background Also Sprach Zarathusra, terus planet earth? Dari situ gw udah tau 2001 is going to be awesome. Atau siapa sih yang gak kaget begitu nemuin Adegan sex vulgar gila di 5 menit pertama YTu Mama Tambien and eventually finds out begitu lu nonton ulang ni film kalo that 5 minutes sex scene defines everything about that movie? Yea, Opening scene sebegitu powerfulnya buat gw. Emang, gak semua great movies punya amazing opening scenes, dan ada juga film2 sampah yang punya cool opening scenes tapi then turn out to be complete gargabe, kaya SKYFALL, but biasanya(sekitar 60-70 persen) gw udah bisa nentuin film itu bakalan masuk kategori Hebat, bagus, biasa, atau tai kotok dari opening scene aja.
Kalo 5 faktor di atas dipenuhin, tu film udah bisa gw kategoriin as hebat, gak perduli siapapun sutradaranya, siapapun pemainnya, ataupun ada toket topless ato gak di film itu…



Follow his twitter: criesmary

Wednesday, January 30, 2013

Hansel & Gretel: Witch Hunters (2013) Review.




Hampir semua manusia di dunia ini pastilah sudah pernah mendengar yang namanya cerita Hansel dan Gretel.  Dongeng yang nyeritain petualangan kakak beradik yang masuk ke rumah kue, terus ketemu penyihir. Penyihir ini kemudian mengurung mereka di rumah itu, ajaibnya, somehow, Hansel dan Gretel berhasil ngebunuh si penyihir, dan Hansel dan Gretel kembali bahagia.  Tapi, apa jadinya bila kisah dongeng Hansel dan Gretel yang benar-benar manis tapi sadis itu di-extend dan diberi sedikit twist, polesan gelap, suram, absurd, dan gory-splashing-blood dimana-mana? Maka Hansel & Gretel: Witch Hunters merupakan dreams come true pagi para maniak film sadis.


Tuesday, January 29, 2013

Blood Simple (1984) Review.


Udah pernah nonton No Country for Old Men ato The Big Lebowski belom? 2 film yang gw sebutkan barusan merupakan 2 film Coen Bro favorit gw.  Ibarat kata pintu kemana saja-nya Doraemon, ga ada salahnya untuk pergi ke masa lalu dengan nonton early works mereka. Sebuah film debutan Coen bersaudara berjudul Blood Simple, yang sempat digadang2 sebagai salah 1 film low-budget cult-thriller terbaik karena gaya narasi penceritaanya yang nyentrik, shot yang kelam, serta dialog2 random yang akan menjadi cikal-bakal gaya film2nya Coen Brothers nantinya.

Thursday, January 24, 2013

1 Tahun Kritikus Film Gadungan.




Ga kerasa, besok udah 1 tahun sudah Kritikus Film Gadungan (nyaris) eksis di dunia maya, ini juga nunjukin bahwa 1 tahun sudah gw nulis review film.  1 tahun dari 25 Januari 2012, sampai 25 Januari 2013. Banyak sekali hikmah dan manfaat dari movie-blogging.  Gw yang dulu cuman suka film2 Blockbuster-Hollywood yang sering nongol di tv akhirnya berkenalan dengan film2 karya sineas2 dewa yang namanya sebelumnya belum pernah gw kenal.  Seandainya gw gak bikin Kritikus Film Gadungan, gw gak bakalan kenal tuh sama yang namanya David Lynch, Roman Polanski, Stanley Kubrick, sampe film2 nya Hitchock sama Luis Bunuel pun gak bakalan gw tonton.  Lewat Kritikus Film Gadungan juga, gw yang dulunya elitis-nya bukan main dan nganggep diri gw paling sok ngerti film akhirnya dibikin terpukau sama pengetahuan2 movie-phile  lain, gw yang arogan-elitis-alay akhirnya jadi agak sedikit humble, walaupun sebenarnya sisi elitis itu masih ada dalam diri gw.  Movie-Blogging merubah hidup gw, gw jadi lebih open-minded sama pendapat dan isi pikiran orang lain terhadap suatu wujud karya seni bernama sinema.  Lewat Kritikus Film Gadungan juga, lama2 gw ngerasa kemampuan nulis gw semakin baik, coba deh lu liat review film 2001: A Space Odyssey gw, terus coba bandingin ama review gw akhir2 ini, keliatan jelas kan bedanya dimana. Intinya gw dapet buanyaaak banget manfaat dari movie-blogging, ketemu sama teman2 moviebuff, berkenalan dengan situs mubi, ketonton film2 bagus yang judulnya  belum pernah dengar gw sebelumnya, ketemu komen2 lucu dan sangat suportif ama blog ini. Dan mudah2an, gw ketemu jodoh hidup karena Movie-Blogging :P

1 tahun yang lalu, seandainya gw ga hidupin komputer di ruang kerja mamah gw sepulang sekolah, dan ngebikin blog KFG, mungkin semuanya ga akan kaya sekarang, ga akan absurd kaya sekarang maksudnya, hehehehe.

Gw ucapkan terima kasih kepada

Tuhan YME,  sebenarnya gw ga tau Tuhan itu ada apa engga, gw masih ragu dengan eksistensi Dia, tapi sebenarnya masih banyak kejadian2 yang belum bisa dijelaskan oleh rana ilmiah.  Thank God buat blessing tak terhingga yang sudah Situ berikan, jangan marah ya kalo ntar pas umur 18 saya nonton In The Realm of The Sense, ngomong2 katanya adegan2 disitu emang beneran non-stimulated kan? Makanya sampai sekarang gw ga berani nonton, belum cukup umur soalnya.

Buat Hilman Hariwijaya, men, sendainya waktu itu lu gak ngebikin Lupus, mungkin gw ga bakalan punya sama sekali minat terhadap bidang tulis-menulis, thanks ye buat buku2 lu yang sukses ngebikin gw sering bolos ke rental buku pas masih SD.

Buat Julio dan kak tsuya, makasih udah mau kontribusi di blog gw dengan tulisan review kalian yang keren2. Tanpa kalian berdua, ulun niih apa adaaa, wkwkwwkwk!! 
Translate: Tanpa mereka berdua, gw ga ada apa2nya, wkwkwkwk!!

Buat Blog Film dan teman2 moviebuff lain yang selalu ngebalikin semangat gw nulis review film lewat tulisan2 mereka yang masterpiece.  Movienthusiast yang selalu menghadirkan review film dengan gaya2nya yang sangat enak, Om Hafi bener2 sesepuh dah di dunia Movie-Blogging.  A Cinephile’s Diary yang tampilan blog-nya dan template2nya kadang2 ngebikin gw sirik dan sering memberikan pelajaran tentang aspek ratio, 3D Effect Review, dll , itu semuanya guna banget, ngomong2 koleksi bluray ente selalu bikin saya ngiler.  projectreviewstheworld Cinemaudy yang tulisannya itu kayak karakter Naomi Watts dari Mulholland Drive, lain di Twitter lain di Blogger gaya penulisannya, bener2 such an inspiration buat gw nulis, banyak banget tuh gw belajar dari situ.  Manusia-Unta yang tulisannya simple, gak ribet, tapi intinya nyampe, keep writing men!  Buat Criesmary/kritikuspurapura lewat tulisan2nya yang sangat jujur dan berani ngelawan arus, nih orang harus diberi nobel sebagai manusia ter-awesome se-Indonesia. Dan buat movie-blogger lain, thanks banget buat tulisan kalian yang asik2 dan selalu menginspirasi kalo gw lagi mandek.

Buat Abang Erdiawan, Abang Bayucost, Abang Nino, Om Daniel yang sudah sering menulis kul-twit yang nambahin2 ilmu film buat newbie macam saya, damn, saya cuman bisa ngucapin makasih banyak karena udah ngebagi2 ilmu gratis tentang dunia perfilman di Twitter secara cuma2.  

Buat Patrick, Marsel, dan kekawanan yang selalu siap sedia rumahnya dijadikan wadah nonbar, tanpa kalian, mungkin komunitas Perjaka-Nonbar gak bakalan pernah ada.

Buat blog misterius yang ngereview Downfall, tanpa ente mungkin sekarang gw gak bakalan dah nulis review film. 

Buat Mubi-User yang namanya ga bisa gw sebutin atu2 disini saking banyaknya, rattingan serta tulisan kalian di Mubi membuat hidup gw jadi lebih bermakna. teruslah meratting film ya! 

Buat para pembaca blog gw, temen2 sekolah gw yang sering gw paksa2 supaya ngebuka blog ini, juga Pak Agus yang udah ngebantuin settingan blog ini lewat kode2 template nya yang awesome itu,  makasih banyak udah mau baca tulisan2 di blog ini.  Tanpa kunjungan pageview dan dukungan dari kalian, mungkin KFG bakalan jadi blog antah berantah yang gak bakal dikenal.

Dan ucapan terima kasih yang terakhir gw berikan buat para Auteurs, mereka yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk sinema dan menginspirasi banyak orang lewat keajaiban sinema.

Regards,


Kyle MacLachlan Timothy .S , Founder of Kritikus Film Gadungan. 

PS: Hampir lupa, buat Devi Kinal Putri, ku tunggu jomblomu.