Wednesday, August 27, 2014

Guardians Of The Galaxy (2014) Review


Bostim: Jadi gimana Nay, Guardians Of The Galaxy bagus?
Deknay: HACEP TIM!
Deknay:HACEP!
Bostim: ......

Sunday, August 17, 2014

The Expendables 3 (2014) Review.


Jadi, sudah 2 kali kita melihat para opa-opa yang dulu idola kita di tahun 80an menghajar musuh-musuhnya layaknya game COD dengan level easy. Berawal dari ide sang jagoan utama: Sylvester Stallone untuk menggabungkan para jagoan film action 80an di 2010 kemaren yang menggandeng nama-nama familiar macem Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren dan tentu saja John Mclane aka  Bruce Willis. Belum cukup dengan 1 fim, sekuelnya pun diluncurkan di 2012 kemarin dan lagi-lagi menggandeng nama-nama besar macam Van Damme, Arnold (yang jadi cameo di film pertama), dan tentu saja sang actor film action terbadass dengan sejuta memenya: Chuck Norris. Sukses secara komersial dan kritik studio pun memberi lampu hijau untuk sekuelnya. Sayang, Bruce Willis dan Chuck Norris tidak melanjutkan peran mereka dan digantikan oleh Harrison Ford, Antonio 'zorro' Banderas, dan Wesley Snipes. Dan kalo film ketiganya sukses, film keempatnya sudah dipastikan akan dibuat dengan kehadiran si James Bond: Pierce Brosnan. Patut ditunggu kapan opa Stallone ngajak Willy Dozan dan Aa Azrax untuk gabung expendables

Wednesday, July 2, 2014

Don't Deliver Us from Evil (1971) Review


Udah bukan rahasia lagi kalau yang namanya film cult itu ga jauh dari label film biaya budget ecre2 dan teknikal seadanya. Nengok ke belakang, kita bisa liat The Evil Dead si Raimi, Branded to Kill si Seijun Suzuki, El Topo si Jodorowsky, Eraserhead si Lynch, ampe Braindead si bangsat Peter Jackson sebagai film cult yang sekarang jadi tontonan wajib para dedek2 moviebuff. Cult identik dengan konyol, murahan, dan ga jelas. Kesannya emang keliatan kayak guilty pleasure, tapi film cult punya jiwa, dibalik wujudnya yang kotor itu, dia punya sesuatu yang cuma pecinta film sejati doang yang bisa ngerasain. Hal tersebut gw rasain kembali pas gw nonton DON'T DELIVER US FROM EVIL, terakhir kepala gw dibikin shock begini ya pas nonton Possession, pas disodorkan Don't Deliver Us from Evil gw cuma bisa ngomong "wadoaech" pas filmnya kelar.

Saturday, June 28, 2014

The Fault in Our Stars (2014) Review


Bagi penggemar berat novel-novelnya John Green, pasti udah nunggu kehadiran film ini dari berbulan-bulan yang lalu, atau malah abis baca buku itu langsung ngarep “INI NOVEL MESTI DIBIKIN PELEMNYA”. Novel dengan judul yang sama ini emang termasuk paling laris di kalangan remaja dan punya loyal fans yang bisa dibilang ada di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gue pun sebagai pembaca karya-karyanya John Green, awalnya gak berharap novel ini bakal diangkat jadi film, cukup kelar dengan baca novelnya dan bermellow-mellow ria dengan ending-nya doang. Tapi yha mumpung filmnya udah kepalang dibuat, gak ada salahnya buat ditonton juga kan? Hhe.

Wednesday, June 25, 2014

Transformers: Age of Extinction (2014) Review


Jadi, musim panas gua ditutup dengan menonton film tentang robot-robot yang menghancurkan kota arahan sang maestro film-film summer blockbuster: Michael Bay. Jadi, kenapa gua lebih milih film ini ketimbang gua nonton 22 jump street atau how to train your dragon 2 atau the fault in our star? alasannya simpel: GW MENCARI HIBURAN. Hiburan yang gua maksud adalah film yang bodoamat ceritanya ancur kayak gimana, atau akting pemainnya yang kayak gimana. Yang penting adalah film itu adegan actionnya gila, diluar otak, dan keren semua itu pasti ada di film arahan si Michael Bay ini.

Tuesday, June 24, 2014

Broforce (2014) PC Review


Bagi gamer-gamer oldschool 90'an, tentu kalian ingat era keemasan Super Nintendo dan Sega Genesis. Dimana masa video game 16-bit, sidescrolling hack n' slash-beat em' up lagi pada masa jayanya. Dulu game ada Legend of Zelda! Bomberman! Super Mario Bros! Donkey Kong! Super Metroid! Trus ada Sonic The Hedgehog! Battletoads! Castlevania! Street Fighter! Mortal Kombat! Mega Man! Mario Kart! ..... Shit, I'm getting old.....  Dan baru-baru ini netizen lagi heboh sama game sidescrolling 2D yang homage/tribute ke game-game lawas, BROFORCE!

Sesuai titelnya yang konyol nan goblok, game indie besutan Free Lives ini memberikan kesan luar biasa dahsyat dengan mencampur elemen gameplay dari Contra, Duke Nukem, Serious Sam, Mario bros, dicampur action movies tahun 80'-90'an sama musik heavy metal 8-bit! Seakan-akan game ini emang dibuat sebagai fanservice bagi retro enthusiasts.

Monday, June 23, 2014

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) Review


Sepak bola. Tema olahraga yang sering dijadikan ide film oleh filmmaker bangsa kita tercinta. Premise yang disajikan pun sudah kita denger berkali-kali: From Zero to Hero dengan embel-embel kisah nyata yang endingnya kalo gak juara ya kalah terhormat. Diantara film Indonesia bertema sepak bola pun, yang paling gua suka cuma tendangan dari langit sama hari ini pasti menang. Lantas, bagaimana kualitas cahaya dari timur? apakah akan terlalu datar seperti dwilogi garuda di dadaku? atau bakal menjadi sajian yang bagus (walaupun klise) seperti tendangan dari langit?