Thursday, May 21, 2015

Benny's Video (1992) Review


Saya memiliki teman bernama kak Benny. Kak Benny berasal dari Medan dan merantau ke Banjarbaru karena ingin kuliah di tempat terpencil. Dalam tulisan ini saya akan bercerita sedikit tentang kak Benny.

Tuesday, April 28, 2015

Melancholy is a Movement (2014) Review


"FILM GAJE FILM GAJE FILM GAJE!!!!!!" Teriak seorang perempuan yang walked out bersama teman-temannya dari pemutaran Melancholy is a Movement. Perempuan itu tidak sepenuhnya salah karena memang benar, Melancholy is a Movement mungkin adalah film yang tidak jelas bagi sebagian orang. Walaupun film ini sekilas terlihat seperti film yang termasuk golongan style over substance, tapi perasaan yang saya rasakan saat menonton film terasa familiar karena apa yang hendak disampaikan oleh Richard Oh sangatlah sederhana: ini kisah tentang filmmaker yang berusaha untuk bertahan hidup.

Friday, April 17, 2015

Filosofi Kopi (2015) Review


Kopi. Satu kata yang tentu sangat akrab di telinga banyak orang, khususnya orang Indonesia yang memang suka banget ngopi. Mulai dari kalangan tua sampai muda, berstatus sosial apapun, mau yang ngopinya di warkop dan kopinya dituangin dikit-dikit ke piring kecil, sampai ngopi di coffee shop semacam Starbucks dan konco-konconya, atau bahkan sampai ke para siswa/mahasiswa yang malem-malem suka nyeduh kopi hitam untuk menemani di kala nyelesain tugas-tugas sekolah/kuliah, semua orang dibuat jatuh cinta oleh kopi. Termasuk gue pribadi. Everything that includes coffee in it always excites me

Segelintir di antaranya adalah ketika Dewi Lestari membuat kumpulan cerita pendek berjudul Filosofi Kopi di pertengahan tahun 2000-an, bahkan sampai salah satu cerita pendeknya diadopsi ke dalam bentuk film dengan judul buku yang sama, yaitu Filosofi Kopi. Sebagai orang yang ngaku suka kopi, akhirnya gue cepat-cepat pergi ke bioskop untuk nonton film ini setelah Ujian Nasional usai beberapa hari lalu.

Tuesday, April 7, 2015

Furious 7 (2015) Review


 Ibarat mobil, franchise Fast Furious ini kayaknya ga pernah keabisan bensin. Franchise yang awalnya bertemakan balapan liar lalu berubah haluan menjadi action-heist yang gila banget (bayangin aja 2 mobil nyeret brankas gede yang ngancurin banyak mobil polisi sama kota rio di fast five atau berhentiin pesawat gede pake mobil di landasan yang ga abis-abis di fast six). Dan sebelum film keenamnya keluar pun,

Monday, April 6, 2015

Free To Play (2014) Review





In august 2011 a tournament featuring the popular Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) game Dota 2 was held in Cologne, Germany. It offered the largest prize pool to date - attracting professional E-Sports players from around the world. This is The International Dota 2 Championships.

Ini adalah sebuah film yang didedikasikan untuk seluruh gamer di penjuru dunia. Sebuah film tentang perjuangan betapa rumitnya kehidupan seorang gamer pro. Kita dapat menyaksikan bagaimana persaingan dan kerja keras para gamer pro lewat sudut pandang dari Clinton "FEAR" Loomis kapten dari Evil Geniuses (waktu itu dia masih menjabat kapten di tim Online Kingdom) asal Amerika Serikat, Benedict "HYHY" Lim kapten dari tim Scythe asal Singapura, dan Danil "DENDI" Ishutin dari tim Natus Vincere asal Ukraina.

Because Dota is more than just a game. It's an institution.

Friday, March 20, 2015

Cinderella (2015) Review


Di suatu siang di kantin Institut Kegilaan Jakarta, Tarnoto Sumantini (18), seorang mahasiswa FFTV merangkap penulis resensi film di blog Kritikus Film Beneran sedang menikmati makan siang sederhananya. Sepupunya, Jonjot Malang (20), mahasiwa jurusan hukum di Universitas Maksud Bersama datang menemuinya untuk mengcopy beberapa film senirumah. Dialog mereka kira2 begini:

Saturday, February 28, 2015

Kapan Kawin? (2015) Review


Well, bisa dibilang, pertanyaan “kapan kawin?” itu adalah salah satu pertanyaan basa-basi yang paling nyebelin, bikin eneg plus memuakkan bagi sebagian orang yang umurnya udah masuk rata-rata usia yang matang untuk menikah dan emang kebetulan belum punya pasangan. Apalagi hal itu biasanya selalu dilontarkan kalangan keluarga macem para om dan tante dengan tingkat rumpi yang lumayan nggilani. Namun gimana kalo misalnya yang cerewet dan berasa super ribet itu orang tua sendiri? Hal inilah yang jadi tema cerita dari film Kapan Kawin? ini.