Tuesday, August 7, 2012

Twin Peaks: Fire Walk with Me (1992) Review.


Twin Peaks: Fire Walk with Me adalah film layar lebar besutan David Lynch yang merupakan prekuel sekaligus epilog dari serial tv Twin Peaks (1990) yang bisa anda baca reviewnya disini,Twin Peaks  merupakan sebuah tv series cult tergila yang pernah saya tonton,bahkan sampai menciptakan fanbase tersendiri walaupun fanbasenya masih tidak semegah fanbase The X-Files yaitu X-Phile dan tv series lain,Twin Peaks sendiri  memberikan influence besar bagi tv series jaman sekarang,sebut saja Lost,Supernatural,Fringe,House,Psych,dan lain2,Twin Peaks unggul dalam hal surrealism dan tema yang sedikit ada ciri khas absurdnya,dan sepertinya wajib memang bagi Tv Series sukses untuk membikin versi The Movienya,ambil contoh The X-Files yang memiliki Fight The Future dan I Want to Believe (yang 2-2nya sama2 hancur),24 dengan 24:Redemptionnya,Macgyver dengan Lost Treasure of Atlantis dan Trail to Doomsday,hingga Prison Break dengan The Final Break dan The Conspiracy,kebanyakan film adaptasi dari tv series jarang ada yang bagus,dimana The X-Files: Fight The Future sendiri bisa dikatakan versi lumayanlah,walaupun gw bisa mempick 1 episode dari seluruh episode The X-Files dan membandingkannya dengan Fight The Future,episode tv series itu jauuuh lebih bagus dibanding The Movienya sendiri,nah pertanyaanya,apakah Fire Walk with Me sama2 hancur dengan film layar lebar adaptasi tv series lain?

PS:Episode The X-Files favorit gw itu Dreamland.


Twin Peaks: Fire Walk with Me menceritakan tentang 2 orang agent FBI bernama Chester Desmont (Chris Isaak) dan Sam Stanley (Kiefer Sutherland) yang ditugaskan oleh atasan mereka,Gordon Cole (David Lynch) untuk menyelidiki kasus kematian seorang wanita pelayan restoran bernama Teresa Banks (gw lupa nama artisnya),saat Desmont kemudian menemukan petunjuk penting yang akan menyingkap rahasia besar dibalik kematian Teresa Banks,Desmont-pun mendadak  menghilang tanpa jejak,setting ceritanya kemudian langsung berganti ke 1 tahun kemudian,tepat 1 minggu sebelum Laura Palmer (Sheryl Lee) dibunuh secara misterius,rahasia yang disembunyikan Laura Palmer dan kehidupan pribadinya serta apa yang terjadi sebelum dan sesaat sebelum kematiannya 1-1 mulai terkuak.....




Beruntung sekali gw akhirnya bertemu dengan film ini,secara ini film jadul benar2 langka dan susah nyarinya (nyari link donlod maksudnya),sebagai penggemar (fanatik) Twin Peaks,ekspektasi gw bener2 kelewat tinggi,secara gitu loh,ini film David Lynch dan terus terang saja,yang gw cari dan tunggu2 di film ini bukannya apa,hanya saja gw masih penasaran dengan ending film Twin Peaks yang Cliffhangernya bukan main,sehingga gw berharap akan ada sedikit jawaban yang setidaknya akan memuaskan rasa ingin tahu gw,namun apakah di film ini gw akan dapet jawaban yang akan menjawab semua pertanyaan gila gw terhadap nasib agen FBI kesayangan gw,Dale Cooper?

Jawaban~~~~~~~~

Sayangnya tidak,TP:FWWM bukannya memberi jawaban,tapi justru malah memberikan banyak pertanyaan lain yang lebih surreal,memang sih terjawab sudah gimana petualangan Laura Palmer sesaat sebelum kematiannya,cuman ya itu tadi,Lynch menjawab pertanyaan yang kita dengan pertanyaan lain yang lebih membingungkan,pertanyaan seperti:

1.agent Desmont kenapa bisa menghilang?
Jawab:bingung.

2.kenapa ada tulisan misterius di kaca mobil Agent Desmont?
Jawab:bingung.

3.apa itu Blue Rose
Jawab:Bingung

4.kenapa semua penulis di blog ini tulisan reviewnya kacau semua,ga pernah belajar bahasa indonesia ya?
Jawab:................

dan lain2.

Namun itulah yang gw sukai dari film2 karya David Lynch,perasaan Maximum Cliffhanger saat menonton filmnya dengan cerita yang Non-Linear dan tema surreal membuat gw mengkategorikan David Lynch sebagai sutradara nyentrik dan ajaib sekelas Tim Burton dengan asap rokok,itu terjadi saat gw nonton Twin Peaks Tv Series,Mulholland Drive,dan Blue Velvet,tapi saat nonton Twin Peaks: Fire Walk with Me,entah kenapa gw kurang menyukai film ini,meskipun gw penggemar (fanatik) Twin Peaks,tetap saja ada yang engga enak saat nonton film om2 yang katanya udah pensiun bikin film ini (kata wikipedia ya)

Chet Desmond yang malang.....
Banyak sekali kekurangan yang ada di film ini,mulai dari penduduk Twin Peaks sendiri yang dikit banget munculnya,jam terbang Chet Desmond dan Sam Stanley yang terlalu minim (gila Chriss Isaak,aktingnya terlalu awesome lo padahal),artis pengganti  Donna Hayward yang sangat annoying,hingga kurangnya porsi main character lain untuk bermain di film ini mengingat film ini terlalu fokus pada Laura Palmer,semuanya sungguh mengganggu,gw merasakan ada perbedaan yang terlalu mencolok dari Twin Peaks Tv Series dengan Twin Peaks: Fire walk with me,serasa bukan Twin Peaks saja,gw nganggep Fire Walk with Me hanya sekedar jawaban atas misteri yang selama ini tersembunyi dibalik kegelapan hutan Twin Peaks,tidak lebih dan tidak kurang,dan kalo ditanya gw suka ga ama jawabannya?,gw akan jawab gw tidak menyukai jawaban yang Lynch berikan karena gw merasa jawabannya hanya sebatas itu saja,jawaban yang kurang memuaskan dan sedikit memperjelas semuanya,walaupun ujung2nya.....it resolves nothing.


Setidaknya,Twin Peaks: Fire walk with me layak tonton bagi anda yang merasa kurang puas dengan ending yang Twin Peaks berikan,bagi para movie goers yang kepengen nonton film ini setelah baca review ini,gw cuman bisa bilang JANGAN TONTON FILM INI sebelum anda nonton Tv Series Twin Peaks dari episode 1-tamat,kenapa begitu? berikut cara untuk menikmati pengalaman surreal dan mengasyikan ala kritikus film gadungan.:


1.Tonton Pilot Tv Seriesnya yang berdurasi 90 menit,bila lebih dari 90 menit durasi tv seriesnya,jangan ditonton,karena itu karya setengah matang dan agak random dan dipenuhi spoiler,tonton yang versi 90 menit lebih beberapa detik dikit,boleh kurang,jangan lebih

2.Season pertama episode 1-7,tiap episode berdurasi 45 menitan,jangan loncat2 nontonnya,karena Twin Peaks didsesain sebagai tv series yang ga boleh diloncat2in pas nonton,gk kayak The X-Files dan CSI

3.sudah selesai nonton Season 1?,saatnya lanjut ke season 2,di season2 episode 8,episode 8nya kek episode pilot,durasinya sama2 90 menitan,nah kalo episode 9-29 seperti biasa,berdurasi 45 menitan,gw ulangi,jangan loncat2 nontonnya,dan kalo bisa jangan sampe ketiduran nontonnya.

4.sudah selesai nonton Twin Peaks sampai tamat?,gimana endingnya,mantep kan?,HAHAHAHAHAHA *jegreb,jedotin kepala kekaca*,sekarang saatnya lanjut nonton Twin Peaks: Fire Walk with Me,ada beberapa alasan kenapa anda harus nonton tv seriesnya dulu baru nonton the movienya.

Alasan 1:banyak spoilernya,anda gak akan bisa menikmati Twin Peaks Tv Series begitu terkena spoiler maut kalo nonton The Movienya duluan

Alasan 2:anda tidak akan mengerti apa2,seperti anak kecil yang nonton The Godfather II sambil nganga2 dan saat dewasa langsung mencap The Godfather II sebagai worst movie ever

oh ya,ada beberapa pantangan pas anda nonton Twin Peaks,berikut pantangannya:
1.jangan buka Wikipedia perihal artikel Twin Peaks

2.Jangan baca FAQ tentang Twin Peaks di IMDB

3.Jangan buka twinpeaks.wikia. com

4.Jangan buka alanwake.wikia. com

5.jangan googling Twin Peaks

5.Jangan nonton film macam A Clockwork Orange,Irrevisible,A Serbian Film,Eyes Wide Shut,The Human Centipede,film2 Tinto Brass macam Caligula,Paprika,etc dan lain2 di bulan puasa ini,ntar batal lo puasanya,saya sekedar mengingatkan walaupun saya sendiri engga puasa (?)

btw ada yang dah nonton Rod Serling The Twilight Zone?,itu tv series keren banget lo.yang versi 1959-1963,sumpah lagu opening themenya disturbing sekaleee



6.5 out of 10.

1 comment:

  1. Halo, sorry ngomen di postingan lama, tapi saya penggemar baru Twin Peaks nih.

    Udah suka David Lynch sejak lama dan film2 beliau saya kumpulkan saja tanpa ditonton karena takut otak ga nyampe, tapi sebenernya sih takut jatuh cinta pas udah nontonnya (duileh). Dan hal itu yang terjadi, Twin Peaks udah lama ngejogrok di hdd tapi baru awal tahun ini saya nonton semua dan saya pun kejebak di pusaran kesengsaraan, mengetahui lanjutan seriesnya baru ada tahun depan (tapi itu aja udah alhamdulillah banget Lynch mau balik ngedirect, ngerasa masih ada utang kali ya).

    Yang salah, saya nonton movienya duluan sebelum seriesnya (maklum masih anak bawang di dunia perfilman) jadi banyak simbolisasi yang ga ngerti, terutama di endingnya. Setelah nonton seriesnya lalu nonton movie ini lagi, saya jadi mengerti perasaannya Laura di masa akhir hidupnya. Memang movienya beda jauh dengan seriesnya yang penuh quirkiness dari karakter2nya, tapi saya rasa movienya dibuat emang bukan memuaskan fans/tujuan komersil tapi untuk Laura Palmer, makanya tonenya lebih dark.

    Di Bluray boxset terbarunya, Deleted Scenes dari movie ini akhirnya ditampilkan, walau ga banyak menjawab pertanyaan, endingnya merupakan extended cliffhanger ending scenes di seriesnya (yang tetep aja bikin saya pengen tereak2 nyelametin Cooper tersayang hahah)

    ReplyDelete