Monday, December 9, 2013

Stray Dog (1949) Review


Belakangan ini yang gua review kalo bukan video game, ya film-film keluaran baru. Kupikir sekali-kali lah gua review film klasik jadul. Belum lama ini gua marathon film-film Akira Kurosawa, ada Yojimbo, Sanjuro, The Hidden Fortress, Throne of Blood, sampe Ran juga. Namun dari semua masterpiece itu ada satu yang paling berkesan bagi gua, yakni "Stray Dog". Film noir jepang tahun 1949 karya Kurosawa starring Toshiro Mifune.. dengan judul yang cukup nyentrik ini bikin gua penasaran banget. "Kenapa Stray Dog coba? apakah film ini film noir soal nyari anjing hilang?" yah perkataan gua barusan ternyata sebetulnya gak terlalu salah.




Stray Dog bercerita tentang seorang rekrutan baru di kepolisian  bernama Murakami (Toshiro Mifune) yang pas baru pulang dari latihan polisi, pistol nya dicuri tante-tante. Demi menjaga nama baik dia berkeliling kota demi menemukan pistolnya yang dicuri. Hingga akhirnya dia bertemu dengan bandar senjata.  Setelah selidik-seliduk ternyata pistol Murakami berada di tangan seorang pembunuh berantai sinting bernama Yusa (Isao Kimura). Yusa merampok dan membunuh demi harta, harta yang dia hamburkan untuk berfoya-foya dan memuaskan hasrat Harumi Namiki (Keiko Awaji), showgirl pujaan hati Yusa, Yusa berperilaku selayaknya seperti anjing liar. Murakami yang di hantui rasa bersalah oleh karena gara-gara pistolnya yang hilang itulah terjadi rentetan kejadian keji di seluruh sudut kota, memutuskan bergabung dengan tim detektif Sato (Takashi Shimura) demi menangkap "Anjing Liar" ini sebelum terjadi malapetaka.

awal mula perubahan Toshiro Mifune jadi Samurai sejati

Gua udah nonton banyak sekali film noir, contohnya aja The Maltese Falcon, The Asphalt Jungle, The Big Sleep, The Naked City, dll. Namun Stray Dog ini terasa berbeda banget, gua ga tau kenapa.. (Mungkin karena film noir dari jepang yang pertama kali gua tonton yak)

Bagi diri gua, hal yang paling atraktif dari Stray Dog ini adalah tokoh-tokohnya. Karakteristik tokoh yang begitu kontras dengan yang lain menciptakan alur yang begitu memesona dan sekaligus membuat cerita yang lebih hidup.

Pertama-tama ada Murakami, yang diperankan Toshiro Mifune. Dia ini greenhorn, anak baru, freshmen, bahasa gaulnya newbie. Kalo di game online orang-orang macam ini baru selesai bikin char, baru level 1, baru mulai mengenal permainan, masih cupu bukan main, makanya sering jadi bulan-bulanan. Murakami yang polos, jujur, berperangai sopan pokoknya pas banget deh buat jadi suami. Tipe orang yang ngikutin buku panduan di dalam dunia yang sinis. Pokoknya Murakami ini jauh beda banget sama peran-peran kelewat badass Toshiro Mifune yang lain. Pemuda ini kemudian menjadi "murid"  dari detektif veteran Sato.
Detektif Sato ini.. adalah orang yang penuh pengalaman, sesepuh dunia kepolisian, kalo bagi gua sih dia ini sosok "Abang" (gara-gara baca manga Rainbow nih) seorang role model, sosok panutan bagi anak-anak. Pengalaman bekerja di dunia yang sinis telah membuatnya bijaksana dan kalem, setengah biksu kali. Kalo di game online orang seperti ini udah level 90 keatas, experience dia yang tinggi ngebikin dia ditakuti dan disegani para gamer. sebagai leader, dia ini titik tumpu kalo mau masuk dungeon ngikut PvE. Dengan mengandalkan kehebatan dia, yang lain juga ikutan dapet XP tingkat tinggi gitulooh. Ibaratya, kalo Murakami ini Luke Skywalker, dia ini Master Yoda.

"The movie revolves around these two persons, and their Mentor-Protege relationship." Karena sepanjang film kita melihat Murakami yang newbie, dibawah asuhan seorang detektif Sato, berkembang menjadi Samurai sejati. (eh bukan! jadi bandit dulu, soalnya habis ini Toshiro Mifune jadi bandit di Rashomon.)

Tapi bagi gua pribadi, sebetulnya yang menjadi bintang di film ini adalah si  Yusa, the titular "Stray Dog". Dia ini adalah Enigma, sosok yang terkadang dipertanyakan keberadaannya.. konon karena si Yusa ini baru muncul di layar pas adegan paling akhir. Sepanjang film dua detektif ini mengejar sosok misterius Yusa, penonton mendapat manifestasi seorang Yusa melalui kesaksian dari orang-orang yang diinterogasi oleh Murakami dan Sato. Cara penyampaian seperti ini, membuat Yusa semakin misterius, satu orang bilang Yusa ini beradab, namun kesaksian orang yang lain bilang dia ini beringas. Para penonton juga jadi menebak-nebak bagaimana sih sosok Yusa sebenernya? gua aja nebak dia ini rada-rada seperti Anton Cigurgh-nya Javier Bardem di No Country For Old Men. Gagah dan Intimidating, dan yeeeh tapi ternyata tampangnya malah mirip Wendi Cagur yang sering nongol di YuKeepSmile Tra*stipi.

Sedikit-sedikit motif Yusa ini semakin jelas, dia ternyata berdalih jadi rampok karena dia ngefans berat sama pujaan hatinya, salah seorang Showgirl di teater burlesque, Harumi Namiki. Mungkin fanatisme yang melampau pada idola jaman 1940an dulu masih renggang, namun fenomena macam ini sekarang disebut ngidol. Nah! ini dia nih poin yang bikin gua luar biasa terkagum-kagum sama Akira Kurosawa. Dengan akurat dia memprediksi fenomena ngidol yang akan terjadi 60 tahun kemudian, dan dia sajikan dalam sebuah film noir! bukan main!! gilaaa!!!



Yang gua peroleh dari sosok Yusa ini, adalah dia seorang Jomblo miskin, yang galau, ngidol sama pujaan hatinya, aduhai gue banget. ngena ke gua,eh tidak, lebih tepatnya ke society abad 21 keseluruhan. Contohnya gua... ah tidak, contohnya admin KFG yang satunya, mbahdarmooo aka 'Timothy Stevano' ini Yusa banget. Mbahdarmooo ini ngidol dengan pujaan hatinya; Devi Kinal Putri member JKT48. Kerjaanya setiap hari menyelidiki dimana Kinal JKT48 kuliah dan bersusah payah kerja part time keliling kota banjarmasin ngumpulin duit biar bisa event handshake sama Kinal. Seperti Yusa pula, mbahdarmooo ini Jomblo, Miskin, dan Galau. Stray Dog membuktikan fanatisme yang melampau cenderung mengarah pada tindak kriminal.


damn! gua harus lapor admin mbahdarmo ke polisi sebelum dia benar-benar jadi Yusa


Thriller misteri suspense ala amerika buatan jepang, (konon film noir emang lagi ngetrend banget pada masa itu) Akira Kurosawa menunjukan pada dunia bagaimana lingkungan Jepang yang terkena dampak postwar PDII melalui mata seorang pemuda penegak hukum dengan low-key lighting. Plot Stray dog ini begitu sederhana dan mendasar, namun film ini lebih dari itu.. Film ini merupakan progenitor film-film Police Procedural & Buddy Cop. Film ini adalah Blueprint film-film polisi di masa depan. tanpa Stray Dog, ga bakalan ada Lethal Weapon, ga bakalan ada Police Story, ga bakalan ada Starsky & Hutch, ga bakalan ada Rush Hour, ga bakalan ada Tango & Cash, ga bakalan ada Beverly Hills Cop, juga ga bakalan ada Boogie Nights, karena Paul Thomas Anderson sendiri yang menyatakan Stray Dog ini salah satu inspirasi Boogie Nights. Film ini bisa di bilang film tradisional yang modern.




apabila ada individu yang merasa tersinggung dengan postingan ini, mohon jangan dianggap serius, toh ini hanya untuk hiburan~

0 comments:

Post a Comment