Friday, July 20, 2012

The Dark Knight Rises (2012) Dual Review.

The Dark Knight Rises merupakan seri penutup terakhir trilogy Batman karya Christopher Nolan,seorang sutradara yang berhasil mereboot Batman dengan ciri khas dan gaya C.Nolan yang bisa kita sebut...Nolan Style,seperti biasa,film duology itu gak enak nyebutnya,The Godfather Trilogy?,Back to the Future Trilogy?,TLOR trilogy?,seenganya biar enak dan bisa dibikin jadi trilogy batman karya C.Nolan agar bisa dibikin versi Batman Trilogy By.Nolan versu blu-ray yang collector edition,maka mau tidak mau saga Batman yang menurut Nolan sendiri yang harusnya berakhir di TDK,terpaksa di extend ke TDKR,tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi lebih baik dari pendahulunya?,The Dark Knight.



mbahdarmoOoO/ @timothystevano Review:
gw nyaris lupa ada film TDKR hari ini lantaran malam kemarin gw sibuk ngurus tugas dari sekolah yang gw kerjain supaya nilai ulangan gw nilainya dikit,bisa naik dikit dan tidak membuat masa depan gw semakin suram,you know lah tugas itu seperti apaan,paginya gw bangun  jam 11,gw bangun,manasin air bentar buat mandi,kemudian gosok gigi,sambil gosok gigi gw meliat muka gw yang kusut baru bangun tidur,mirip sekali sama Officer Gordon yang 1 minggu lembur gak tidur2,selesai sikat gigi,gw kumur-kumur bentar pakai moutwash,sambil kumur2 gw nginget2 kemarin gw ada conversation penting sama A.R di twitter,gw ingat kata2nya yang ngomong ke gw yang berbunyi:"TOMORROW,WE RISES",rises?,maksudnya bangun tidur gitu?,gw yang belum sarapan berusaha mencerna apa maksud perkataan itu anak,begitu gw ngeluarin air bekas kumuran gw,gw langsung ingat.....the dark knight rises......:ANJING,HARI INI ADA THE DARK KNIGHT RISES DI 21 DUTA MALL!!!!",dan seperti biasa,gw yang mandi normalnya pake air 12 gayung dengan 3 gayung air pun selesai mandi dengan komposisi sabun di badan yang sedikit sekali,gw normalnya mandi 7 menit yang biasanya ditemani dengan lagunya Coldplayberjdul "Viva La Vida",tanpa denger2 coldplay pun,gw semangat mandi layaknya spiderman,pernah liat spiderman mandi?,ya,gw mandi layaknya seperti spiderman mandi,ah bukan spiderman,tapi Andrew Garfield,pernah liat Andrew Garfield mandi?,gw mandi layaknya spiderman,bukan andrew garfield,gw kemudian minum susu bentar buat ganjal perut yang belum sarapan,ngeluarin motor dari rumah,dan tidak lupa,nulis tweet bentar di twitter dan bilang ke A.R:"TODAY WE RISES".  gw mandi ga sampe semenit btw.


TDKR sendiri bersetting 8 tahun semenjak ending TDK dimana Batman (Bruce Wayne) yang di frame atas pembunuhan Harvey Dent yang anda tahu sendiri bagaimana endingnya bagi anda yang sudah nonton,semenjak kejadian memilukan itu,Bruce Wayne-pun mengurung diri di Mansionnya,cara hukum Dent pun mulai berlaku di kota gotham,dimana tidak ada pengecualian apapun bagi penjahat,semuanya disamakan,tidak ada perlakuan spesial,Batman sudah retired,mengundurkan diri,Bruce Wayne menyerah menjadi Batman,karena sepertinya Gotham lebih baik tanpa manusia kelelawar ini,namun semua berubah ketika seorang teroris gundul bernama Bane (Tom Hardy) mulai merusuh di kota Gotham seperti layaknya kerusuhan yang dilakukan Joker (Heath Ledger) 8 tahun silam,merasa butuh bantuan Batman,Opsir Blake (Joseph Gordon-Levitt,sang poster boy film-film romance,500 days of summers,50/50,inception)pun memerlukan bantuan Batman,merasa diperlukan,Bruce Waynepun pun mau tidak mau terpaksa turun kembali ke jahatnya kota Gotham,sekali lagi,dunia membutuhkan sosok Batman.


Kita semua tahu,film-film karya Nolan itu seperti apa,gw sendiri bingung menggambarkan seperti apa film Nolan ini,kalo boleh,gw mengkategorikan Nolan sebagai pembuat film thriller-epic,bisa dilihat dari karya-karyanya terdahulu mulai dari Memento,The Prestige,Batman Begins,The Dark Knight,hingga Inception yang bikin kepala gw pusing dan terpaksa sering mempause dan mundurin itu film untuk bisa mencerna informasi dari Inception,jelas terlihat Nolan gemar sekali membikin film dengan theme hyper reality atau "realitas yang terlalu didramatisir",TDKR sendiri contohnya,ekspektasi saya sejak nonton trailer TDKR di youtube beberapa bulan yang lalu bisa dikatakan terlalu tinggi tinggi sekali,perasaan malu-malu kucing dari perjalanan dari rumah ke bioskop pun sangat berasa,adrenalin saya naik turun mengingat saya akan menghadiri penayangan perdana TDKR di kota saya,Banjarmasin,saat saya sampai ke 21,bergerombol orang yang juga sudah siap-siap mau nonton TDKR berdesak-desakan di depan pintu masuk,belum dibuka aja pintunya orang dah kek gitu,apalagi pas udah buka,ternyata tidak cuman gw aja yang berekspektasi tinggi,masih banyak segelintir orang yang ingin melihat saga terakhir Batman ini,ternyata saya tidak sendiri.



Ekspektasi yang kelewat tinggi itu ibarat judi,kalau filmnya bagus,mood jadi enak,kalau filmnya jelek,ya mood pas pulang jadi ngamuk2 random,intinya ekspektasi tinggi itu hal negatif memang,tapi semenjak gw duduk di kursi panas The Dark Knight Rises,Nolan berhasil mencengkram pantat gw agar tidak beranjak dari tempat duduk,mesikpun rasanya gw ingin sekedar buang air kecil sebentar dan level gw pengen kencing ini sudah masuk dalam kategori "KEBELET",Nolan membuat gw berhasil menahan rasa itu agar tidak kehilangan sedikitpun momen-momen tergilanya Batman saat film ini berlangsung,gimana engga,dari awal2 aja sinematografi yang superb ditambah scene hancur2an dan mengeluarkan api berbiaya mahal berhasil membuat penonton teriak awesome2 kegirangan bak ababil di acara2 musik dipagi hari yang anda sendiri tahu itu acara seperti apa,gw sampai saat ini masih ngakak saat orang diseblah gw berguman "MasyaAllah~~~~",wajar saja dia ngomong begitu,mengingat scene2 di film ini bisa dibilang terlalu disturbing AKA:terlalu gila untuk dilihat,dan sah-sah saja bila anda bilang kalau film ini efeknya terlalu awesome dibandingkan prduk film robot2an dengan 3D CGI lebay olahan si Michael bay (no offense Michael)


Bruce Wayne sendiri di seri ke3 film Batman ini digambarkan sebagai orang yang gak bisa move on dari masa lalunya semenjak kematian prosecutor unyu Rachel (Gwyneth Paltrow eh,Maggie Gyllenhaal),Bruce terjebak di masa lalu,hal ini terlihat jelas saat disahal 1 scene dimana kalau gw ceritain disini bakalan menjadi spoiler,dan Bale tahu betul gimana cara memerankan sosok Bruce Wayne yang lebih tua jika dibandingkan dengan Bale versi TDK,Bale berhasil dengan luar biasa memerankan Bruce Wayne sebagai orang yang sudah kepayahanan mulai dari gelagat dan cara bicaranya mengingat 8 tahun itu rentang waktu yang sangat lama,Batman bukanlah sosok yang enerjik seperti dulu,Batman juga manusia,dan penggambaran Bruce Wayne disini adalah orang yang tidak tahu kapan saatnya berhenti,melupakan semua yang terjadi,dan kapan saatnya move on,konflik batin yang didera Bruce Wayne digambarkan secara brutal oleh Nolan,hal ini didukung oleh beberapa karakter tambahan yang porsi hadirnya tidak kalah dengan Bruce Wayne,dimana ada Selina Kyle (kucing garong versi wanita,Anna Hattaway),opsir Gordon (Gary Oldman),tukang bersih rumah Alferd (Michael Caine),Miranda (Marrion Cotilard,yang di inception itu,taukan?,taulah),aktor favorit gw lahir batin,Lucius Fox (Morgan Freeman),hingga si bungul Bane,dimana kehadiran semua karakter ini sangatlah beraturan sesuai irama di film ini yang betempo kadang cepat dan kadang lambat,dan semuanya tidak "maksa" nongolnya,semuanya nongol satu persatu dengan porsi kehadiran yang sudah diatur oleh Nolan,gw penasaran sampai sekaranng,Christopher Nolan itu apa sih makanannya pas masih kecil?



Plot yang diusungpun sangatlah awesome,dari awal,pertengahan,hinga akhir film,Nolan ingat gimana kasus Inception kemarin,dimana penonton yang hilang konsentrasi dikit aja bakal nganga2 pas Nonton Inception,maka dari itu,Nolan berhasil mengemas tiap2 scene yang dibalut dengan sinematografi hebat tingkat internasional ditambah scene yang actionnya terlalu flawless membuat penonton yang hilang konsen 2-3 menit gara ngebalas chat atau ber SMS ria bisa kembali mengikuti track yang sudah nolan atur dalam film ini,kekurangan film ini dimana ya?,mungkin pemilihan Villain yang agak konyol,yaitu Bane,walaupun pada nyatanya ujung2 ini film kita diperlihatkan twisted-shock for a minute scene seperti di The Prestige kemarin,ketidakhadiran Joker di seri final Batman ini membuat film seperti apa ya,Batman tanpa Joker tuh ibarat Makanan tanpa garam,gak ada rasanya,tapi saya selalu tekankan dalam hati,in Nolan i trust,Nolan gak ingin mengecewakan penontonnya,dan walaupun ujung2nya,saya agak kurang puas dengan villain ini,tapi seenganya,Bane tidak kalah jauh dengan Joker berkat hasil karya tangan dingin Nolan yang mendesain bane sebagai orang berotot besar yang agak jenius.

entah apa yang dirasakan Polisi bernasib sial itu...pasti sakit rasanya,pasti.


Akhir kata,bila disuruh membandingkan dari kedua produk nolan ini,mana yang lebih baik antara The Dark Knight atau The Dark Knight Rises,saya bingung karena 2-2nya sama2 bagus,dimana TDK sendiri berhasil menciptakan seorang villain berotak monster bernama Joker,dan jujur saja,TDK tanpa joker filmnya pasti tidak akan sebagus itu,namun TDKR juga berhasil mengakhiri trilogi Batman ini secara apik dengan diiringi alunan musik yang bikin telinga berdenging dan bit2 tajam yang bikin jantung terpompa naik turun,saya bilang,TDK dan TDKR sama2 bagus,namun jika anda tidak memberikan saya pilihan dengan cara menodongkan pistol ke dahi saya dan memaksa saya ngomong bagusan mana,TDK atau TDKR?,saya terpaksa menjawab TDK lebih bagus dari TDKR,TDKR memang bagus,namun saya sendiri menjadikan TDK masuk TOP 10 film saya di mubi karena performa Joker sendiri yang kelewat pshyco,dimana di TDKR yang kita lihat hanyalah aksi batman ditambah ledak2an khas "Nolan Style",TDKR memang bagus dan keren,namun bagus dan keren itu masih belum bisa menyaingi TDK yang "NYARIS-SEMPURNA" ,setidaknya,TDKR merupakan sebuah penutup trilogi yang gila dari franchise Batman sendiri,sepertinya tahun ini memang tahun film superhero,dari The Avenger,The Amazing Spiderman,hingga The Dark Knight Rises,tidak sabar menunggu versi reboot Batman yang akan gabung dengan Justice League untuk menandingi film avenger kemarin.dan mungkin beberapa bulan lagi gw akan bongkar tabungan buat ngebeli blu-ray The Dark Knight Trilogy,ah,Nolan,Y U SO PERFECT?

Tonton Film Ini Jika: anda sudah menonton 2 seri pendahulunya,Batman Begins dan The Dark Knight.

Jangan Tonton Film ini Jika :anda belum menonton Batman Begins dan The Dark Knight.

seperti janji saya kemarin pas ngereivew film American History X,mungkin kedepannya saya akan mengakhiri sebuah review dengan quote2 keren biar terkesan gaol gemana getohh~~,wkwkwkwk.


"Too much perfection is a mistake."

8.5 out of 10


PS:btw gw di mubi.com ngerated film ini 1 out 5 stars,ga sabar ngeliat reaksi orang ngeliat gw ngerated itu film nilainya segitu,mungkin gw akan di unfollow orang dan dicap sebagai penonton film berselera rendah,hehe liat saja nanti













4 comments:

  1. Keren! Terima kasih atas postingannya, ya Bung. Jangan kapok!

    ReplyDelete
  2. kapok apanya gan?,wkwkwkwk,sama2,makasih dah berkunjung yo

    ReplyDelete
  3. abang2 kritikus, mau tau dong prefer mana jokernya heat ledger atau jokernya jack nicholson ... salaaaam moviefreak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya sih demennya Joker Heath Ledger daripada Jack Nicholson, Jokernya Heath Ledger itu motif dia berbuat kejahatan itu pure-chaos, segunung duit aja dia bakar di The Dark Knight, karena yang dia cari bukan duit, tapi chaos, motifnya makin keliatan pas si Alfred bilang ke si Bruce: "some people just want to watch the world burn." dan hal itu di perjelas pas si Joker Heath Ledger ngomong ke Batman kalo dia itu Agent of chaos, kalo Joker Jack Nicholson itu reason dia berbuat jahat terlalu komikal kali ya. 2-2nya sama2 keren, Joker Heath Ledger lebih realistis dan disturbing, Joker Jack Nicholson terlalu komikal dan unyu *ea* tergantung selera masing2 aja.

      Delete