Wednesday, August 29, 2012

Heat (1995) Review


Heat merupakan sebuah film bergenre Action-Drama yang sempat dinobatkan sebagai salah 1 film Heist terbaik yang pernah ada,dimana di Heat,Pacino dan De Niro kembali bertemu sejak performa mereka di The Godfather Part II (1974,yang belum gw tonton sampai sekarang),apakah Heat berhasil memenuhi ekspektasi gw yang berharap bahwa film ini akan lebih baik dari film action-flick bergenre itu-itu saja?

Heat sendiri mengisahkan tentang seorang perampok  bernama Neil McCauley (Robert De Niro) bersama kelompoknya yang memiliki hobi ganjil,yaitu merampok segala sesuatu yang tinggi nominalnya (bank,mobil pengangkut barang,etc),di lain pihak,Lt.Vincent Hanna (Al Pacino) bersama para tim polisinya yang menangani kasus pencurian/pembunuhan mulai memburu kelompok Neil,dengan segala cara,2 kubu ini mulai mengadu intrik dan strategi untuk menghindar dan memburu,siapakah yang akan menang di akhir cerita,apakah Neil,yang ingin hidup bahagia dan pensiun dari pekerjaan rampok-merampok ini,atau Vincent,yang terobsesi memburu penjahat macam Neil?.




Mengambil tema film2 bergenre action-flick lama,yakni tembak-tembakan dengan korban yang berjatuhan,adegan perampokan bank yang brutal,car-heist dengan adegan kaca mobil pecah dan ban kempes,dan sebuah tema dari jaman nenek moyang yang digemari anak-anak,kebaikan melawan kejahatan,akan tetapi ada 1 pertanyaan yang terus mengalir dalam benak kepala gw,apa yang membedakan Heat dengan film-film action sejenis?,akan sangat konyol jika jawabannya hanyalah performa De Niro dan Pacino yang disatukan dalam 1 film semenjak The Godfather Part II,mungkin jawaban yang lebih tepat,yang menjadi pembeda antara Heat dengan film action lain adalah,sebuah dilema antara menentukan mana protagonist yang layak dipilih sepanjang film berlangsung.


Pertanyaan itu terus menghantui para penonton sepanjang film berlangsung,pasalnya sejak awal-awal berlangsungnya film ini,penonton dihadapkan dengan 2 protagonist yang memiliki background berbeda,dimana Vincent Hanna mewakili Good Guy,dan Neil sendiri mewakili Bad Guy,good guy,or bad guy?,80% penonton kebanyakan akan mendukung Vincent Hanna di permulaan film ini,tapi seiring perkembangan cerita,penontonpun akan diperhadapkan dengan mid-life crisis,problematika hidup,hingga konflik batin dan hubungan asmara yang dialami Neil,membuat setidaknya para penonton merasa kasihan dengan karakter Neil,2 karakter di film Heat,yaitu Vincent dan Neil,merupakan faktor utama kenapa film ini sangat gila,Vincent,yang diperankan Pacino merupakan seorang Polisi,otomatis membuatnya menjadi seorang token Good Guy,walaupu sifatnya sendiri sangatlah tidak manusiawi dan kurang bermoral,harap maklum saja,gw juga baru pertama kali bertemu dengan polisi beginian,bukan-bukan,Vincent Hanna bukanlah polisi korup atau polisi yang melanggar hukum semacamnya,nyatanya sosok Hanna sendiri adalah cerminan polisi yang mengalami kejatuhan dan kemerosotan moral,Hanna adalah seorang obsesif dan psycho dalam urusan mengejar penjahat,dia tidak akan berhenti sampai target buruannya ditangkap,seorang ego-maniak,seorang obsesif,seorang pemburu,seseorang yang mengorbankan semuanya demi satu hal...keadilan,berbanding terbalik karakter Neil yang memiliki job sebagai seorang perampok,yang menjadikannya sebagai sosok bad-guy,tapi apa boleh buat,masalah yang dia alami sendiri merupakan sebuah anomali yang harus dialami penonton,Neil yang memiliki konsep pembenaran diri sendiri alias self-rigtheous dan kode etik sendiri  secara ajaibnya,berhasil mencuci otak penonton agar bingung dalam hal membedakan mana yang benar,dan mana yang salah,dan mulai membuat sebagian penonton membenci Hanna dan menyukai Neil,De Niro steal Pacino spotlite!!




Tidak hanya dilema pemilihan karakter seperti itu saja yang ada di Heat,adegan action yang over the top saat Neil berusaha melarikan diri setelah merampok bank sangatlah sangat keren,brutal,epic dan membuat gw nahan napas saking jawdroppingnya,Michael Mann itu pasti bapak aslinya Christopher Nolan,adegan Heistnya mirip2 sih,dimana dalam adegan itu,kejar-kejaran yang dilakukan antara Vincent dan Neil somehow bikin adrenalin gw naik turun,persis yang gw rasain pas nonton TDK,sayang gw nontonnya depan laptop,seandainya nontonnya di bioskop,pasti akan sangat nikmat sekali,namun apa daya,Tuhan berkehendak lain,gw aja belom lahir tahun 1995,hedeh,sayang hanya adegan gila itu yang terlampau epic,adegan action yang lain seakan2 terkesan biasa dan gak terlalu gimana gitu mengingat 70% film ini didominasi oleh conversation-based atau mungkin karena adegan shootout bank heist yang kelewat keren itu yang mengalahkan adegan yang lain,tapi lidah gw gak bisa bohong,bahwa adegan perampokan bank itu benar2 realistis dan seperti tanpa dramatisasi apapun,gokil pokoknya,saking gokilnya sampai-sampai ada perampokan bank yang dilakukan oleh 2 orang,gara-gara terinspirasi oleh adegan gila di film ini,kejadian tragis itu bernama North Hollywood shootout,lebih lengkapnya bisa dibaca disini,oh iya,bicara masalah akting,De Niro dan Pacino jangan dipertanyakan lagi performanya,yang gw kurang sukai hanyalah performa Kimler sendiri yang diam-diam ayam dan kayak orang depresi begitu,mungkin dia lagi stress karena dirinya dihujat dan dihina oleh fans Batman saat membintangi Batman Forever yang rilis 3 bulan sebelum perilisan Heat dan mendapatkan surat kebencian dari fans Batman,batman holic,sahat batman,batmaners,hingga batmanesia,poor you Kimler.



Overall,Heat adalah sebuah film yang harus ditonton bagi yang menyukai film dengan tema Action-flick,kekurangannya hanyalah durasinya yang kelewat panjang dan bertele-tele dan performa Kimler sendiri yang sangat disia-siakan,namun kekurangannya itu hanyalah kekurangan kecil,setidaknya Heat memberikan sebuah pengalaman Action yang memuaskan,Michael Mann dalam karya dewanya ini seakan-akan memaksa menonton untuk memilih karakter mana yang anda akan anda dukung semenjak pertengahan hingga akhir film,dan saat pilihan anda sudah mantap,anda akan dihadapka dengan 2 ending,good ending,dan bad ending,tergantung siapa yang anda pilih,Hanna,atau Vincent,kebaikan,atau kejahatan?,good guy orbad guy,sebuah ending dengan klimaks yang datar,namun menyakitkan.




1 comment:

  1. gan, kalo mau caption gambar jgn lewat memegenerator. kalo lewat memegenerator gambarlo masuk image gallery di memegenerator. kan awkward kalo misalnya orang america random mau liat gambar "Y U NO guy" trus ngeliat gambar lo yang sama sekali ga ada hubungannya dengan meme.. ("WTF?! Al Pacino? and what is this 8.0 out of 10 shit?!)
    saran gue lewat sini http://wigflip.com/roflbot/ website ini khusus untuk nge-caption image.

    ReplyDelete