Tuesday, September 11, 2012

Any Given Sunday (1999) Review




Yeah! IT'S FOOTBALL SEASON!!

ga diragukan lagi American Football adalah olahraga kedua favoritku setelah Sepak Bola. Minggu kemarin Musim NFL 2012-2013 resmi dimulai. Dan Tim Favorit gue, sekaligus Juara bertahan New York Giants dengan Quarterback andalan mereka, Eli Manning (Tapi Quarterback favorit gue ya si Drew Brees dari New Orleans Saints) kalah dari Dallas Cowboys. Lebih rugi lagi karena NFL ga disiarkan di Indonesia, jadi gue terpaksa live streaming di nfl.com supaya bisa nonton. biarlah! musim masih panjang. masih ada peluang juara. dan kurasa tepat jika merayakan Musim baru dengan sebuah film American Football. Antara Gridiron Gang or Any Given Sunday.. I Choose Any Given Sunday.
The Best Fucking Quarterback in the League!

kesan pertamaku saat nonton adalah SHOCK! Casting Ensemble menghiasi film ini, (atau Tim ini) dari Al Pacino yang jadi Head Coach, Dennis Quaid yang jadi Quarterback, Jamie Foxx yang jadi 3rd-string QB, Aaron Eckhart yang jadi Offensive Coordinator, sampe Jennifer Lopez pun ada.. ya ampun, all-star team! bahkan kuyakin New England Patriots taon 2007 juga bakalan menganga melihatnya.

Film ini bercerita tentang Tony D'amato (Al Pacino) sebagai pelatih/head coach dari Miami Sharks (yang aku curiga adalah campuran dari Oakland Raiders sama Miami Dolphins) dalam seluk-beluk senang-sedih hidup seorang Pelatih tim American Football. Quarterback Andalannya yakni Cap Rooney (Dennis Quaid) yang sudah menginjak umur 39 tahun, tidak mampu menandingi perkembangan zaman modern mengalami cedera parah. Pemilik Sharks, Christina Pagniacci (Cameron Diaz) seorang milyuner pengusaha yang kurang peduli terhadap tim, menginginkan Quarterback 3rd-string mereka Willie Beamen (Jamie Foxx) sebagai Quarterback tetap sakaligus Franchise Player. (Franchise Player adalah pemain paling utama di tim, biasanya Quarterback. contohnya seperti Peyton Manning di Denver Broncos, atau Aaron Rodgers di Green bay Packers) permasalahan yang menentang D'amato karena Willie Beamen orangnya maruk dan egois. dan plot selanjutnya ya seperti film American Football di pasaran.

The Good, The Bad, and The Gangster.

The Review:
Sutradara Oliver Stone memberikan jawaban atas Film Olahraga Dewasa.
Any Given Sunday merupakan sebuah film yang menunjukan American Football seperti pertempuran Gladiator Modern yang penuh kekerasan dan banyak drama.  Disajikan dengan gaya MTV mirip-mirip The Longest Yard-nya Adam Sandler. you know what i mean, adegan keren dan gokil dengan musik Hip-hop mengiringi. Saking banyaknya adegan gokil ini, jadi plot dan cerita seperti tersingkirkan.

Cerita yah... memang bukan hal baru bagi orang yang mengikuti NFL, Quarterback Tua mulai ragu akan kemampuannya namun masih ingin bermain (seperti Brett Favre ). Pemain yang cedera bermain dengan resiko yang berat (seperti Peyton Manning). Pemain muda yang merasakan Superstardom bisa jadi sombong dalam semalam. (seperti halnya Ben Roethlisberger, untungnya dia sekarang baik.) Jamie Fox ditunjukan sebagai Scrambling quarterback kulit hitam seperti Vince Young atau Michael Vick. atau baru-baru ini Robert Griffin III.

Film olahraga yang bukan Rise to Glory, dimana biasanya film olahraga selalu bertipe gini. (seorang yang ga dikenal, tiba tiba dapat kesampatan, dan jadi Superstar) dari The Blind Side, Invincible, etc. ini pertamakalinya gue nonton film olahraga bukan Rise to Glory. Any Given Sunday menunjukan bahwa seorang atlet tidaklah sempurna, korupsi antar wasit dan pemilik tim, disajikan simpel tapi pesannya dalam banget. seperti contohnya hubungan Antara Al Pacino dan Cameron Diaz, D'amato vs Pagniacci. yang selalu berseteru didalam tim sungguh realistis karena memang realistis. Pelatih memang selalu ribut sama pemilik!

Adegan lucu di film ini sedikit, namun Humornya cukup mengocok perut.



Apakah semuanya baik? tidak!
Film ini menunjukan banyak kata kata kasar, dan Nude scene yang sama sekali bertolak belakang dengan filosofi bahwa Film Olahraga mesti untuk semua umur. lebih parah lagi karakter karakter di film ini sama sekali ga menunjukan perkembangan, semuanya terambil oleh adegan Gokil yang diiringi hip-hop yang menurut gue merusak cerita. Tapi yang paling parah adalah NGGA ADA UNIQUE PLAY!! di setiap film football yang gue tonton pasti ada Unique Play yang jadi Trademark film itu. Gridiron Gang, The Longest Yard punya semua. cuman Any Given Sunday yang ga punya.

kesimpulan:
plot yang terus berputar diselingi adegan keren diiringi lagu hip-hop menjadi proses setiap karakter mencapai Catharsis. Pagniacci Sadar, timnya lebih penting. Beamen sadar bahwa dia adalah Teamplayer. Dan Cap Rooney sadar dirinya suah tua.

it's a Good sports movie. it's not a great sports movie.




"On Any Given Sunday you're either gonna win or you're gonna Lose"



0 comments:

Post a Comment