Friday, September 28, 2012

Interview With The Vampire:The Vampire Chronicle (1994) Review.


Setiap kali ngebaca nama film 'Interview With The Vampire'.gw pasti langsung keingetan ama 'Interview With The Nyamuk'nya Hilman Hariwijaya,akhirnya malem kemarin-kemarinnya lagi gw berkesempatan nonton film ini sekitaran jam 12 malem,belum sampe 25 menit film dimulai,gw udah ketiduran gegara mata udah berat,besok malemnya ngulang lagi nonton,dan disekitar menit ke 58,gw ketiduran lagi,wuaaah,,mungkin ini akibat gw kebanyakan main Max Payne 3,cipratan darahnya itu lo,bikin mata dan kepala pusing,otak gw rusak berkat efek Pain Killer-nya Max Payne,ah udah ah basa-basinya,saatnya gw curhat tentang film yang dibutuhkan 3 hari 2 malam jam tontonnya,Interview With The Vampire....btw,muka mengerikan diatas itu gambarnya Tom Cruise lo jadi Vampire,sumpah jelek banget mukanya disini,gak kayak di Top Gun atau di Risky Business.....



Seorang Vampir bernama Louis de Pointe du Lac (Brad Pitt),bertemu dengan Reporter pemburu berita bernama  Daniel Molloy (Christian Slater),Daniel yang ingin mewawancarai Louis terkejut begitu mengetauhi bahwa Louis ternyata adalah seorang Vampir,wawancara pun dimulai,Louis menceritakan tentang kehidupannya saat masih berumur 24 tahun pada tahun 1791,Louis sangat terpukul saat mengetahui istrinya meninggal saat hendak melahirkan,mabuk-mabukan dan hidup awut-awutan-pun mulai jadi kebiasaan buruk Louis yang notabene adalah laki2 baek2,sampai satu kali waktu pada suatu malam ia digigit oleh seorang Vampire bernama Lestat (Tom Cruise) dan diberi 2 pilihan,ingin mati,atau menjadi Vampire,Louis yang desperate  memimilih jalan setan yakni menjadi Vampir dan hidup abadi,epik cerita tentang perjalanan hidup seorang Vampir yang dipenuhi dengan rasa sakit,penyesalan,kesedihan,dan kesendirian-pun mulai diceritakan oleh Louis ke Daniel dalam Interviewnya...



Berbeda dengan film horor kebanyakan,'Interview With The Vampire' menawarkan film genre supranatural namun dengan approach yang lebih enak dan ga ada unsur horor nakut-nakutinnya sama sekali,atau lebih tepatnya,film ini ini mirip Twilight-nya Pattinson-Stewart,namun dengan aroma film tahun 90'an,tapi jangan ngocol,I.W.T.V jauuuh lebih bagus ketimbang Twilight Saga,Romance-nya enak,Dramanya sakit,hingga adegan menusuk dari belakang yang menghebohkan,waaah,Neil Jordan,sang sutradara,bisa dikatakan berhasil menangkap intisari novel-nya yang berjudul sama,yakni kesepian hidup seorang vampir,adegan suckling blood-nya memang agak disturbing tapi disturbing-nya itu menyenangkan,eh,kagak menyenangkan lah,tapi bikin miris,alias,gw bukan kasian ama korbannya,tapi kasian ama si Louis yang kagak enak hati ngisep2 darah orang,ahh,Vampire kok kagak berani ngisep darah,kancut lu,wkwkwkwkwk #labil.



Karakter yang diperankan oleh Pitt dan Cruise bener2 sangat menjiwai,dimana Louis yang diperankan oleh Pitt entah kenapa raut mukanya selalu dilanda kegalauan atas pilihan menjadi vampir,perasaan hina,rendah diri,dan penyesalan atas dosa-dosanya tergambar jelas di raut wajah Louis,sayang,setiap adegan yang dilakukan oleh Pitt dan Cruise saat sedang ngomong atau curhat satu sama lain terkesan jadi kayak adegan 2 pasangan maho yang ingin segera maho-mahoan,sepintas malah keliatan kayak batman ama robin versi Tim Burton,tidak hanya Pitt yang luar biasa penjiwaan dan pendalaman karakter-nya,Cruise juga ternyata berhasil tampil maksimal sebagai seorang Vampir yang kelakuannya labil,annoying,notorious,dan kelewat jahat,akan tetapi,yang paling menghebohkan adalah,si Kirsten Dunts yang berperan sebagai seorang Vampir cilik,anak kecil ini gw ga kenal pas mukanya baru mencungul di pertengahan film,rasanya pernah liat deh ucap gw dalam hati,pas credit scene,gw baru sadar,itukan si Kirsten Dunts,wehh,kecil2 jadi vampir,ngingetin gw ama Rachel Alucard dari BlazBlue...bah!,malah OOT ke game PS3,maksud gw,K.D (singkatan Kirsten Dunts) yang umurnya baru sekitaran 11-12 tahun pas berperan sebagai Claudia di film ini berhasil mencuri spotlite utama Pitt dan Cruise di pertengahan fim,masalahnya,si anak ajaib ini aktingnya luar biasa memukau,coba deh,di satu sisi anak ini luar biasa unyu,tampang tak berdosa,korban dari gigitan maut si Louis,mukanya bikin gw pengen nonton film Drag Me To Hell-nya Raimi lagi,tapi disatu sisi lain,anak yang tadinya unyu ini bisa menjadi seorang anak psikopat gila pembantai pembunuh berdarah dingin,dasar Lestat bodooooooh,mau-maunya ditipu ama anak kecil!!! #eh #spoiler #maafya






Terlepas dari kekurangan film ini mulai dari adegan Pitt-Cruise yang agak bikin beberapa penontonnya mengerenyitkan dahi,scene absurd bin ajaib pas si Louis ngebakar ******,si Christian Slater yang jam terbangnya minim,padahal dia aktor favorit emak gw,hingga endingnya sendiri yang kurang memuaskan,Interiew With The Vampire setidaknya berhasil menutupi semua kelemahannya itu dengan jejeran Ensemble Cast yang Chemistry-nya solid,drama yang sakit,guyonan yang lumayan menghibur (lelucon tentang si lelaki gila dari irlandia itu somehow works for me), dan hingga pada akhirnya,Interview With The Vampire adalah sebuah film yang berhasil menarik unsur kesendirian,kesepian,atau loneliness epik biopik seorang vampir hidup datar selama beratus tahun dengan gaya penceritaan 'Alur Mundur'-nya itu,well,memang bukan film forever alone yang sempurna memang,tapi setidaknya I.W.T.V agak sukses narik unsur kesepiannya dalam kadar yang sangat tinggi,sehingga dibeberapa scene,gw jadi ngerasa kasian dengan si Louis yang hidupnya udah fucked-up banget,kadar kasian itu pun makin terasa dan luar biasa terasa saat film ini berakhir,maksud gw,bukan endingnya yang absurd itu,tapi lagu dari The Rolling Stone yang berjudul 'Sympathy for the Devil' yang menemani roll credit,lagu itu somehow berhasil merepresentasikan semua unsur loneliness dalam film ini,bahwa pada kenyataannya,kejahatan seorang vampir adalah saat seorang vampir tidak bisa menjadi jahat,toh pada ujungnya,vampir adalah vampir kan,tapi apakah menjadi seorang vampir yang baik hati adalah sebuah kejahatan bagi kaum vampir diluar sana?,sebuah anomali?,sebuah penyimpangan?,Vampir ya Vampir,Vampir itu gak ada yang baik,kalaupun ada Vampir seperti Louis di dunia ini.......semua manusia termasuk gw pasti kepengen digigit ama Louis.

Please allow me to introduce myself

I'm a man of wealth and taste
I've been around for a long, long year
Stole many a man's soul and fate

I was 'round when Jesus Christ
Had his moments of doubt and pain
Made damn sure that Pilate
Washed his hands and sealed his fate

Pleased to meet you
Hope you guess my name, oh yeah
But what's puzzling you
Is the nature of my game

I stuck around St. Petersburg
When I saw it was a time for a change
Killed the Czar and his ministers
Anastasia screamed in vain

I rode a tank
Held a General's rank
When the Blitzkrieg raged
And the bodies stank

Pleased to meet you
Hope you guess my name, oh yeah
What's puzzling you
Is the nature of my game, oh yeah

I watched the glee
While your kings and queens
Fought for ten decades
For the Gods they made

I shouted out
"Who killed the Kennedys?"
Well after all
It was you and me

Let me please introduce myself
I'm a man of wealth and taste
And I laid traps for troubadours
Who get killed before they reached Bombay

Pleased to meet you
Hope you guess my name, oh yeah
But what's puzzling you
Is the nature of my game, oh yeah

Pleased to meet you
Hope you guess my name, oh yeah
But what's confusing you
Is just the nature of my game, ooh yeah

Just as every cop is a criminal
And all the sinners saints
As heads is tails just call me Lucifer
I'm in need of some restraint

So if you meet me, have some courtesy
Have some sympathy and some taste
Use all your well learned politics
Or I'll lay your soul to waste, mmm yeah

Pleased to meet you
Hope you guess my name, mmm yeah
But what's puzzling you
Is the nature of my game, get down
Woo hoo, ah yeah, get on down, oh yeah

Tell me, baby, what's my name?
Tell me, honey, baby guess my name
Tell me, baby, what's my name?
I'll ya one time you're to blame

What's my name?
Tell me, baby, what's my name?
Tell me, sweetie, what's my name?


3 comments:

  1. prihatin karena ente kagak bisa buat rage comic.. #okayface

    ReplyDelete
  2. Premium Rush mana? Seru tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah nonton Premium Rush pak?,saya belum nih,duitnya masih seret,palingan ya awal bulan dah di review,pas lagi bulan muda,banyak duit,huehehehe.

      Delete