Wednesday, May 22, 2013

Fast & Furious 6 (2013) Review


#hantammereka




Film ke-6 dari saga yang satu-satunya versi film yang menyerupai game Forza, Gran Turismo, Burnout dan Need for Speed ini menampilkan kembali elemen-elemen yang menjadi ciri khas film Fast & Furious yang sekaligus membuat film ini terkenal; Lelaki Botak, Balapan, American Muscle cars, seks, ledakan, set-piece action yang agak berlebihan, dan pastinya Michelle Rodriguez & Jordana Brewster.

Synopsis:
The Rock (Dwayne Johnson) seorang agen interpol mantan pegulat WWE bertugas menangkap penjahat internasional yang bernama Owen Shaw (Luke Evans) dan seluruh krew dia yang anggotanya termasuk Michelle Rodriguez (Letty) & juga Sersan Jaka (Joe Taslim). Dikarenakan plot yang sudah direncanakan oleh sutradara Justin Lin, The Rock pun beralih minta bantuan ke Vin Diesel (Riddick) bersama seluruh krewnya yang terdiri atas Orang Ganteng (Paul Walker), Han Solo (Sung Kang), Rapper (Ludacris), Gisele (Gal Gadot), & Tyrese Gibson (Tyrese Gibson).
Trus selanjutnya tuh seperti film-film action biasa tayang di televisi lokal yang udah terlalu mainstream...

Ini adalah pertarungan yang paling saya tunggu tunggu inii!!



"Aaaaaahh! itukan si VJ Daniel!"  -Ujar tante-tante yang duduk dibelakang gue pas ngeliat Joe Taslim muncul di layar.




Aside from it all, gue harus bilang kalo Fast & Furious 6 ini telah berhasil memberikan efek memorable mendalam  bagi pemirsa di tanah air melalui one-liners dari Joe Taslim. Salah satunya adalah "You Lucky Bastard!" dan tentunya.... "VEGH, HANTAM MEREKA!"



Dan gue ga bisa review panjang seperti biasanya, karena gue galau nih akhir akhir ini karena seorang cewe yang telah melukai perasaanku (Yes you! if you are reading this and merasa salah then i mean you!) plus pengumuman kelulusan gue yang tinggal beberapa hari lagi.... ah fak nih gue review kilat!

Review Kilat!
1. Tak ada yang spesial dari film ini, sama ajah seperti seri-seri yang lalu. jika di ibaratkan game, maka ini adalah Call of Duty. setiap tahun rilis, tapi ngga ada bedanya! Gue telah nonton 6 film yang sama.

2. Basi, Set-piecenya terlalu mengkhayal! bahkan John Woo pun ga akan kepikiran set-piece konyol begini, yah tapi keren sihh.

3. Chemistry, Karena aktor-aktornya dari dulu yang itu-itu aja jadinya terasa elemen kekeluargaan. Hampir seperti Saga Harry Potter tuh.

4. Mobil kurang menarik. Let me be clear, ini adalah sebuah film Balapan, walaupun ketiga film terakhir lebih ke action, secara keseluruhan seri Fast & Furious adalah franchise balapan, tentunya yang berhubungan dengan balapan musti menunjukan mobil yang keren juga. Mungkin ini pendapat gue pribadi, kalo ada yg ga setuju gapapa.. tapi harusnya FF6 mempunyai Covercar seperti Nissan Fairlady Z S33 si DK dari Tokyo Drift dulu. Setiap game balapan pun punya covercar, NFS MW ada BMW M3, NFS Carbon ada Audi R8, Gran Turismo 6 ada Nissan GTR. Anime pun ada! Initial D ada Toyota AE86 punyanya Takumi, Wangan Midnight ada Nissan Fairlady Z S30 punya Akio Asakura.

5. Alurnya maksa, jadi terasa seperti FTV indonesia buatan Hollywood. Tapi Ludacris & Tyrese berhasil berguyon untuk mencairkan suasana.

6. Joe Taslim yang menjadi highlight bagi gue, Seperti biasa, dia pasang muka seram bin serius nan kurang alami. Karakternya adalah orang Indonesia yang bernama Jah (ko ada ya orang Indo yang namanya Jah? Jahanam kali nama panjangnya) seorang ahli Judo tukang gebuk yang jago nyupir tank sekaligus penjahat internasional! ini baru karakter hebat! HANTAM MEREKA!



Tapi gua sadar, ini adalah film Fast & Furious. Yang jadi andalannya bukanlah cerita atau screenplay atau apalah! Fast & Furious series identik dengan one thing, and one thing only: Road Action. Fast & Furious hanya ditujukan untuk menghibur mereka Thrill Seekers dan para Adrenaline Junkies..'

Dan setelah film berakhir gue pun berfikir ala orang mainstream.. "Enjoy ga gua nonton film ini" jawabannya: "Tentu"



5 comments:

  1. Hahaha, review nya kocak..
    emang sih ini film nge-pop abis, apa tuh istilahnya? pop corn movies? mainstream kalau kata situ mah..apapun lah itu artinya mainstream/anti mainstream..hehehe
    di beberapa adegan ada yang ga logis, tapi tetep aja epic karena faktor VJ Daniel yg dapet scene banyak bener... go internesyienel man.. agnezmo would die for it...

    ReplyDelete
  2. terlalu banyak fighting scenes untuk film balapan. *gak pengen nonton ulang

    ReplyDelete