Thursday, October 11, 2012

Looper (2012) Review.


Tahun ini tiap kali ke bioskop 21 gw sering ketemu ama si Joseph Gordon-Levitt,ini orang emang banyak job ya tahun ini,entah kenapa gw juga mendadak jadi penggemar JGL,ini orang mukanya ga terlalu cakep gimana sih,cuman,mukanya itu adalah tipikal boy-next-door yang masih perjaka walopun udah umurnya udah melewati kepala 3,mirip2 Shia LaBeaouf dari Transformer,tapi mah,si JGL jauh lebih dewo kemana2 daripada si Shia,dan pas gw ngeliat poster film Looper,ada 1 perubahan yang mengganjal dimukanya....itu hidung Joseph Gordon-Levitt kenapa bisa gede begitu?


Pada Tahun 2044,mesin waktu belum ditemukan,tapi 30 tahun setelahnya,mesin waktu telah ditemukan dan menjadi sebuah alat yang ilegal,para mafia di tahun 2074 memiliki cara membunuh yang unik,yakni mengirim orang yang ingin mereka bunuh ke masa lalu dan menyuruh Looper di masa lalu untuk menghabisi orang yang ingin dibunuh,Looper adalah sebuah pekerjaan yang kotor tapi mudah,sebuah pekerjaan yang mengemban dosa tapi menyenangkan,bayarannyapun tentu saja lumayan banyak,Joe (Joseph Gordon-Levitt) adalah seorang Looper muda,selalu melakukan pekerjaanya dengan mulus,namun pada satu kali waktu,orang yang dikirim dari masa depan untuk dia bunuh adalah dirinya sendiri,Old Joe (Bruce Willis),Old Joe-pun berhasil melarikan diri dari Joe muda,peraturan yan harus dipatuhi Looper adalah,jangan pernah biarkan sasaranmu kabur,kini Joe mudapun dikejar2 oleh para Looper lain sementara Joe muda mengejar Old Joe untuk mengembalikan hidupnya,siklus kucing2an ini pun terus berlanjut,siapakah yang akan mendapatkan hidupnya kembali,Joe Muda atau Joe Tua?



Sebelumnya,coba baca baik2 premis ini "Mafia di masa depan mengirim orang2 yang ingin mereka bunuh kemasa lalu,di masa lalu,mereka dibunuh oleh Looper",ada yang ingat Jumper (2008) dan Inception (2010)?,bila di Jumper mengisahkan tentang kemampuan orang2 yang mampu berpindah ketempat lain secara cepat,dan Inception mengisahkan tentang gerombolan Cobb yang memasuki pikiran orang lain,maka Looper sedikit mengambil basis kedua film diatas,sekelompok orang yang melakukan pekerjaan khusus/atau kemampuan khusus,hanya saja,tema filmnya sendiri memakai tema Time-Travel,yap,Looper itu kayak Inception,lebih enaknya,Inception-nya bukan Mind Heist,tapi Time-Travel Killer.

Apa yang gw harapkan dari Looper sendiri sebenarnya adalah sebuah film full time action yang wah,si Rian Johnson ini menempatkan Bruce Willis disini,sang aktor Hollywood yang menjadi sebuah simbolisme film action,which means,penonton pun mengharapkan Loooper menjadi sebuah film action-flick yang memukau,tapi sayangnya,Rian Johnson hanya memberikan sedikit sekali unsur aksi disini,sang sutradara yang statusnya mirip2 Nicolas Wending Refn (itu lo,yang ngebikin Drive) lebih mendekatkan sisi kelam dan moralitas manusia siapa-membunuh-siapa yang absurd dibanding memberikan adegan tembak2an Bruce Willis nembak 50 orang sekaligus tanpa terkena satu goresan peluru sedikitpun,jadi jangan harap akan ada adegan Action yang berlebihan disini macam Total Recall remake yang eksyennya kelewat berlebihan kemarin,pendekatan eksyen Looper itu mirip ama No Country For Old Men (2007),kalau kamu udah nonton No Country For Old Men,maka jangan berharap yang tidak2 dari Looper,adegan aksinya disini sederhana,ga berlebihan,tapi tetap menegangkan.




Setting ceritanya yang berada di masa depan setidaknya cukup membuat gw berdecak kagum berkat sisi dystopia yang luar biasa ditonjolkan disini,suasana dunia di masa depan yang kelam,gelap,kacau,dan disturbing agak membikin gw ngerasa ga enak badan,tapi anehnya,aroma tahun 2044 itu mulai hilang saat cerita memasuki pertengahan menjelang akhir,Looper yang awal2nya memasukan sedikit unsur gaya2 Cyberpunk berubah total menjadi sebuah film thriller di sebuah ladang jagung,membuat penonton merasa film yang ceritanya aslinya tahun 2044 malah terkesan seperti sebuah film low-budget yang rilis tahun 2004,no offense ya mas Rian,tapi siapa yang peduli setting dan segala macam,Looper itu keren berkat narasi penceritaan non-linear time travelnya yang unik,setidaknya membuat sebagian penonton bingung dan sempat kehilangan pegangan sebentar karena adanya sebuah interupsi waktu yang membingungkan (termasuk gw sih #ngaku),dan selain narasi ceritanya yang unik,Looper juga menghadirkan sisi moralitas manusia yang kelam,Joe muda dan Joe tua,dua-duanya memiliki arah tujuan hidup yang salah,pembenaran diri sendiri,kerusakan moral kedua karakter,egoisme yang berlebihan,semua berhasil digambarkan secara sempurna oleh Bruce Willis dan J.G.L,dua karakter yang sebenarnya orang baik2 malah terlihat sebagai pribadi yang rusak dan amoral,yak,Looper yang menegangkan dari awal sampai akhir,dan berujung manis karena kegilaan J.G.L dan Bruce Willis yang berperan sebagai 2 orang dengan masa depan,sebuah akhir yang berklimaks datar,namun tetap saja,memiliki pesan moral yang suram.



Overall,Looper mungkin adalah sebuah film yang menyenangkan untuk ditonton,ceritanya sendiri ga seberat itu,cuman gw yakin,pasti bakalan banyak orang yang ga suka Looper karena film yang di trailernya nunjukin adegan action berbiaya mahal ujung2nya malah berubah menjadi sebuah eksyen art-house sederhana,gw suka dengan ide cerita Looper yang unik,cuman gw ga suka dengan penampilan Joseph Gordon-Levitt yang hidungnya digedein gitu,membuat penampilannya menjadi agak ganjil dan aneh,jauh beda ama muka Bruce Willis masih wuda waktu main di serial tv Moonlightning  (1985-1989),ga usah dipasangin hidung gede begitu kagak apa2 lagi,swt.



0 comments:

Post a Comment