Tuesday, October 7, 2014

Annabelle (2014) Review


Buat yang udah pernah nonton film The Conjuring, pasti udah gak ngerasa asing lagi dengan boneka cewek bermuka keplek dengan kekuatan mistis bernama Annabelle. Setelah film The Conjuring kurang lebih sukses jadi film horor yang ada di dalam kategori ‘lumayan’ buat gue, dibuatlah prekuel sekaligus spin-off dari The Conjuring. Yup, apalagi kalo bukan ngebahas si boneka Annabelle di film ini.

Film pun dimulai dengan cuplikan scene yang ada di film The Conjuring, yaitu dimana 2 orang wanita dan seorang pria mendatangi Ed dan Lorraine Warren dan bilang kalo mereka merasa dihantui oleh sosok boneka Annabelle. Setelah itu, pergerakan cerita mulai berjalan mundur ke sekitar beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, dimana Mia Gordon (diperankan oleh Annabelle Wallis, iye gue juga ganyangka namanya bisa samaan gini ama bonekanya) dihadiahi sebuah boneka cewek bermuka keplek oleh suaminya, yaitu seorang dokter bernama John Gordon (diperankan oleh Ward Horton). Mia yang lagi hamil anak pertama ini emang udah kepengen punya si boneka cewek muka keplek ini, karena dia pengen ngelengkapin koleksi boneka untuk anaknya kelak.


Namun kejadian menyeramkan pada suatu malam lambat laun mengubah kehidupan Mia dan John, yaitu ketika terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Annabelle Higgins dan pacarnya, yang menyebabkan orang tua Annabelle Higgins tewas. Kejadian mengerikan pun tidak berhenti sampai disitu, Annabelle Higgins dan pacarnya berusaha pula untuk membunuh John dan Mia. Akhirnya pacar Annabelle Higgins tewas ditembak polisi yang datang, sementara Annabelle Higgins tewas bunuh diri, dengan boneka cewek muka keplek itu didalam dekapan Annabelle Higgins dan tidak lupa untuk meninggalkan sebuah simbol di dinding yang terbuat dari darah. Belakangan pun diketahui bahwa Annabelle Higgins dan pacarnya merupakan pengikut satanic cult yang mengincar jiwa-jiwa orang untuk di-sacrifice pada iblis.


Honestly, setelah gue nonton Annabelle, gue jadi ngerasa kalo The Conjuring itu way much better than Annabelle. Gue pribadi ngerasa film Annabelle ini merupakan sebuah prekuel dan spin-off yang sama sekali gaperlu dibuat sebenernya. It’s just plain useless. Bahasa kasarnya, lo bisa aja cuman buang-buang duit dengan nonton film ini. Jika niat awal film ini emang untuk menjelaskan asal-usul si boneka Annabelle (bukan cuman buat nyari untung doang), pasti gaada tuh scenes gak penting semacam asal-usul satanic cult yang dianut Annabelle Higgins dan pacarnya, yang kayaknya emang gausah untuk diungkit-ungkit banget. Intinya, film ini gak bisa menjawab rasa penasaran gue yang udah timbul sejak kejadian pembunuhan keluarga Higgins itu. Buat kalian yang udah nonton Annabelle, pasti ngerti lah ya betapa adegan pembunuhan keluarga Higgins itu merupakan adegan yang bakal bikin rasa penasaran lo, at least, muncul. Yang masih gue gak abis pikir, kenapa seolah-olah peran boneka Annabelle yang harusnya lebih sering dimunculin, malah kesannya jadi kayak dikesampingkan? Suatu kesalahan besar yang dilakukan Gary Dauberman selaku penulis naskah, yang emang harusnya gak perlu terjadi.


Tapi film Annabelle ini gak sehina itu juga sih. John Leonetti selaku sutradara, lumayan bisa ngimbangin kemampuan James Wan ketika Wan menyutradarai The Conjuring, yaitu dengan atmosfer dark dan ghastly yang ditonjolkan di film ini. Tapi tetep aja, efek horor yang dibuat Leonetti gak seserem dan senampol Wan buat gue. Banyak scenes yang bikin gue ngantuk, ada kali gue nguap sampai 10 kali selama film ini berjalan. 

Namun gue akuin, gue selalu nunggu kehadiran scenes Annabelle yang emang jadi tokoh utama film ini. Adegan yang lumayan serem di film ini adalah ketika adegan Mia berada di gudang apartemen. Sisanya kemunculan hal-hal mengerikan yang dibuat di film Annabelle, yang rata-rata dimulai dengan suasana hening atau music scoring yang bikin jantung gak karuan detaknya, punya pola yang mudah ditebak sehingga gue bisa mengendalikan diri untuk gak kaget sama sekali ketika film berjalan.



Overall, bisa gue bilang kalo film ini lumayan mengecewakan. Kalo mau ngimbangin Annabelle sama The Conjuring, rasanya gue jadi miris sendiri. Nah kan jatohnya jadi baper. Satu kata buat film Annabelle, HuFtb4n9eD.


0 comments:

Post a Comment