Dari luar, Tabula Rasa terlihat seperti film drama kuliner tentang persaingan masak-memasak, tipikal film-film kuliner yang bertebaran di mana-mana. Tapi ketika penonton disuguhi adegan Hans (Jimmy Kobogau) yang menjadi gembel dan berlari-lari mengejar truk, penonton dibuat sadar kalau Tabula Rasa tidak melulu bercerita tentang masak-memasak: Tabula Rasa bercerita tentang seorang pemuda yang kehilangan mimpi serta arah hidupnya, dan berjuang untuk lepas dari keterpurukannya.
Wednesday, October 1, 2014
Sunday, September 21, 2014
The Maze Runner (2014) Review
Again, again, again, again, and again. Mau sampai kapan kita diberikan sajian novel young adult berembel-embel 'Based On The Best-Selling Novel' ? Tahun ini pun sudah ada 4 novel young adult yang tayang (itupun belum termasuk Mockingjay part 1) dan The Maze Runner termasuk salah satunya.
Labels:
Movies
Thursday, September 18, 2014
Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (2014) High Review.
Siapa disini yang ga tau Samurai X? Gua yakin di negeri ini ga ada yang ga tau soal Samurai X. Jangan ngaku lu animeholic kalo gatau soal Samurai X! Anime yang kini telah berstatus "cult" ini dulunya sempat tayang di salah satu televisi swasta di tanah air, dan telah menghasilkan fandom garis keras yang sangat loyal pada kisah petualangan Himura Kenshin. (Ya termasuk saya)
Tahun 2012 lalu Rurouni Kenshin sudah dibuat film live-actionnya, ini sequel dari film tersebut. Film yang sangat ditunggu-tunggu oleh para fans setia sang Hitokiri Battousai.
Labels:
High Review,
Movies
Wednesday, August 27, 2014
Guardians Of The Galaxy (2014) Review
Bostim: Jadi gimana Nay, Guardians Of The Galaxy bagus?
Deknay: HACEP TIM!
Deknay:HACEP!
Bostim: ......
Labels:
Movies
Sunday, August 17, 2014
The Expendables 3 (2014) Review.
Jadi, sudah 2 kali kita melihat para opa-opa yang dulu idola kita di tahun 80an menghajar musuh-musuhnya layaknya game COD dengan level easy. Berawal dari ide sang jagoan utama: Sylvester Stallone untuk menggabungkan para jagoan film action 80an di 2010 kemaren yang menggandeng nama-nama familiar macem Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren dan tentu saja John Mclane aka Bruce Willis. Belum cukup dengan 1 fim, sekuelnya pun diluncurkan di 2012 kemarin dan lagi-lagi menggandeng nama-nama besar macam Van Damme, Arnold (yang jadi cameo di film pertama), dan tentu saja sang actor film action terbadass dengan sejuta memenya: Chuck Norris. Sukses secara komersial dan kritik studio pun memberi lampu hijau untuk sekuelnya. Sayang, Bruce Willis dan Chuck Norris tidak melanjutkan peran mereka dan digantikan oleh Harrison Ford, Antonio 'zorro' Banderas, dan Wesley Snipes. Dan kalo film ketiganya sukses, film keempatnya sudah dipastikan akan dibuat dengan kehadiran si James Bond: Pierce Brosnan. Patut ditunggu kapan opa Stallone ngajak Willy Dozan dan Aa Azrax untuk gabung expendables
Labels:
Movies
Wednesday, July 2, 2014
Don't Deliver Us from Evil (1971) Review
Udah bukan rahasia lagi kalau yang namanya film cult itu ga jauh dari label film biaya budget ecre2 dan teknikal seadanya. Nengok ke belakang, kita bisa liat The Evil Dead si Raimi, Branded to Kill si Seijun Suzuki, El Topo si Jodorowsky, Eraserhead si Lynch, ampe Braindead si bangsat Peter Jackson sebagai film cult yang sekarang jadi tontonan wajib para dedek2 moviebuff. Cult identik dengan konyol, murahan, dan ga jelas. Kesannya emang keliatan kayak guilty pleasure, tapi film cult punya jiwa, dibalik wujudnya yang kotor itu, dia punya sesuatu yang cuma pecinta film sejati doang yang bisa ngerasain. Hal tersebut gw rasain kembali pas gw nonton DON'T DELIVER US FROM EVIL, terakhir kepala gw dibikin shock begini ya pas nonton Possession, pas disodorkan Don't Deliver Us from Evil gw cuma bisa ngomong "wadoaech" pas filmnya kelar.
Labels:
Movies
Saturday, June 28, 2014
The Fault in Our Stars (2014) Review
Bagi penggemar berat novel-novelnya John Green, pasti udah
nunggu kehadiran film ini dari berbulan-bulan yang lalu, atau malah abis baca
buku itu langsung ngarep “INI NOVEL MESTI DIBIKIN PELEMNYA”. Novel dengan judul
yang sama ini emang termasuk paling laris di kalangan remaja dan punya loyal
fans yang bisa dibilang ada di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gue pun
sebagai pembaca karya-karyanya John Green, awalnya gak berharap novel ini bakal
diangkat jadi film, cukup kelar dengan baca novelnya dan bermellow-mellow ria dengan
ending-nya doang. Tapi yha mumpung filmnya udah kepalang dibuat, gak ada
salahnya buat ditonton juga kan? Hhe.
Labels:
Movies
Subscribe to:
Posts (Atom)






