Sunday, April 8, 2012

Super 8 (2011) Review.

Super 8 adalah film thriller fiksi sains Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2011. Film ini disutradarai oleh J.J. Abrams dan dibintangi oleh Elle Fanning dan Kyle Chandler. Film ini berlatar belakang Ohio pada tahun 1979. Judul film ini diambil dari sebuah format film yang bernama hampir sama.




Director: 
J.J. Abrams
Writer: 
J.J. Abrams
Stars:
Elle Fanning, Amanda Michalka and Kyle Chandler 

SINOPSIS :

Pada tahun 1979, sekelompok anak di Ohio membuat film tentang zombie dengan menggunakan kamera Super 8. Suatu malam, saat mereka membuat film, salah seorang anak di antara mereka menyaksikan sebuah truk yang melaju kencang tiba-tiba mengalami kecelakaan yang tak terhindarkan dengan sebuah kereta api yang juga melaju kencang. Di antara sisa-sisa puing akibat kecelakaan tersebut ada sebuah kotak yang menyerupai brankas yang mungkin berisi sesosok makhluk dari planet lain.



Tsuya's Review :

Oke, SUPER 8.. Dari judul terlihat seperti kita akan menonton film super heroes atau manusia yang bisa menyelamatkan bumi dengan kekuatan magic or anything lah, tapi ternyata tidak.. Pepatah lama jangan melihat buku dari sampulnya saja. Memang, dari kover film terlihat dunia miring dengan awan hitam mirip disaster movie (bukan disaster movie yg isinya parodi itu loh) dan juga judulnya SUPER sekilas film ini akan seperti SPY KID or film anak2 dengan kemampuan supernya namun ternyata tidak!
Jujur saja, saya membenci membaca review film sebelum saya menonton filmnya terlebih dahulu.. Jadi, cerita film ini memang terasa wah! CGI dimana2.. Apalagi waktu efek kereta api, kabooom! Hancur semua.. Mereka memang punya 9 nyawa bisa survive dari ledakan kek gitu.. Yang jelas, film ini menawarkan senam jantung dan bikin kalian terkejut! Bisa dibilang booom copot dah jantung! xDD
Dari awal terlihat biasa saja, namun waktu sampai di pertengahan kita makin tertantang untuk melihat lebih lanjut mistery yang disajikan oleh film ini. Konflik keluarga dan rasa persahabatan juga menghiasi warna film yang lumayan mendebarkan dan membuat anda tegang (ahem, serius nih) namun.. Menurut saya, klimaks dari film ini kurang gigit (emang anjing?).. Seperti ada yang kurang.. Yaah, overall film ini dapat 7/10.

                                   niatnya pengen main petasan,tau2nya gini *kabur*


Reviewed by  By Tsuya3

Saturday, April 7, 2012

700 Days of Battle:Us Vs. The Police (2008) Review


Jika kamu mencari film komedi jepang yang bisa bikin ngakak? Kamu harus nonton 700 Days of Battle Us vs. the Police film tahun 2008 yang berdurasi sekitar 110 menit ini memang bikin kamu tertawa terbahak-bahak!

700 Days of Battle Us vs. the Police (2008)
Judul asli : Boku tachi to chûzai san no 700 nichi sensô


Director:
Renpei Tsukamoto
Writer:
Yûichi Fukuda (screenplay)
Stars:
Hayato Ichihara, Kuranosuke Sasaki and Kumiko Asô

Sinopsis

berkisah mengenai perseteruan antara sekelompok anak sekolahan dan seorang Polisi lokal, di suatu kota kecil daerah prefekture Yamagata di tahun 1979. Perseteruan berawal ketika kota tersebut kedatangan Chuzai-san yang menjabat sebagai kepala polisi di desa tersebut. Chuzai-san merupakan polisi berusia muda tetapi mempunyai muka yang agak tua dan sangat patuh pada peraturan. Polisi baru ini kemudian menerapkan aturan pembatasan kecepatan di salah satu jalanan yang sering dilalui penduduk. Saijo-kun(takuya Ishida), seorang pembuat onar di sekolah, adalah salah satu korban pertamanya, ketika mengendarai sepeda motornya dalam kecepatan yang sedang-sedang saja.
Tidak terima karena di perlakukan seperti ini, teman-teman Saijoh dipimpin oleh Mamachari (hayato Ichihara) kemudian memutuskan untuk menuntut balas dengan melakukan tindakan-tindakan jahil yang bertujuan agar Chuzai-san mengundurkan diri sebagai kepala polisi di daerah itu. Tetapi yang membuat menarik ternyata Mamachari dengan teman-temannya tidak menggunakan cara kekerasan tetapi cara-cara yang akan membuat penonton menjadi geli dan tertawa terbahak-bahak!
Akhirnya siapa yang menang? sekelompok pelajar pembuat onar atau Chuzai-san?




Tsuya's Review :

Film luar biasa sangat konyol! Sehingga kita selalu bisa dibuat tertawa oleh kelakuan usil Mamachari dan teman-temannya, polisi yang selalu patuh pada aturan ditambah tampang ekspresi datar dan serius akhirnya ikut membalas dan akhirnya perang saling menjahilipun terjadi.. Pertama sih biasa aja prank dan kejahilan lainnya tapi lama kelamaan makin gila yang paling saya suka waktu "Operasi orang terluka" dan balasan sang polisi yang meninggalkan Mamachari, Saijo dan Inoue di bukit! Ngakak gw! Apalagi si cabul Saijo! xDD
Lepas dari film komedi konyol yang bikin ngakak, film ini juga memperlihatkan persahabatan yang luar biasa kompak, seperti saling bantu sesama teman *termasuk saling bantu menjahili wakakakak*
Alur ceritanya sederhana saja berseting tahun 1970-an tapi akibat balutan komedinya film ini siap dan layak di tonton semua kalangan.. Bebas untuk semua umur! Sekedar pesan, teman itu bagaikan saudara sendiri.. Jadi saling respect dan menghargai itu membina persahabatan makin erat! Overall, penilaian saya untuk film ini 8/10


(+)
- kocak dan sangat menghibur
- makna persahabatan sangat kental
- film untuk semua umur

(-)
- Alur cerita sederhana
- kadang ada terlihat over acting





tsuya3.

Wednesday, April 4, 2012

Tropic Thunder (2008) Review By:A.R

Ini merupakan film MEMORABLE dan TERGOBLOK yang pernah saya tonton, kata yang cocok untuk mendeskripsikan film ini adalah LFMAO! Beberapa Setelah kesuksesan "Night at the Museum" Ben Stiller kembali menjadi sutradara dan kali ini membawa All-Star (yet somewhat strange) cast; temannya Jack Black, sang "Iron Man" Robert Downey Jr, bahkan Tom Cruise!!


Director: Ben Stiller
Starring: Ben Stiller, Jack Black,Tom Cruise, Robert Downey Jr.\


Synopsis:
Produser film terkenal Tom Cruise berencana membuat film termahal sepanjang masa. Untuk itu, dia panggil beberapa aktor seperti; Ben Stiller sang aktor film aksi terkenal yang filmnya sudah sampai TUJUH (Rambo or Rocky parody), Jack Black sang komedian (pecandu narkoba), Robert Downey Jr. sang orang australia pemenang Oscar (dia melakukan operasi kontroversial agar merubah dirinya menjadi orang Negro buat film ini), tambah seorang aktor pemula, dan seorang Rapper Gay. Dengan kumpulan aktor yang tidak nyambung film menjadi berantakan, jadi sutradara berencana menyuting mereka di alam liar.. Tapi karena ketidakberuntungan, rencana mereka yang semula berakting menjadi kenyataan karena dekat lokasi adalah markas para teroris. Merekapun berusaha menyelamatkan diri dari DMZ lengkap dengan aksi kocak nan heboh.

                     "foto asli para reviewer film di kritikusfilmgadungan.blogspot.com"


Movie in a Movie. Actor being an Actor. Konyol!! Film ini sungguh hebat, Ben Stiller menyatukan para aktor yang hebat, dan memerankan mereka sebagai aktor yang berperan sebagai aktor... (?). Opening film ini sangat EPIC! Dimulai dengan trailer film mereka dalam film.. (?) Lalu si Robert Downey Jr. Ga kalah gokil, dia aktor Amerika yang memerankan aktor Australia di film yang berperan sebagai orang Negro.. (?) Tapi yang paling EPIC adalah Tom Cruise! Dia rela jadi gendut dan kepalanya dibotakin! Keren Abis! Adegan aksi yang lumayan buat film abad 21, tapi agak konyol, namun sungguh memikat. Ben Stiller di perlihatkan sebagai Aktor berumur yang main film itu itu aja, sampai tujuh seri-nya. Mirip siapa gitu.. (Sylvester Stallone). Lawakan lawakan fresh bagi penonton abad 21 (Drugs, Sex, Gay) beberapa aktor lain juga melakukan cameo (Jon Voight, Jennifer Love-Hewitt). Film ini agak mirip film film parody, tapi beda. Gua yakin si Derp dari 9gag pasti akan 'fffffffuuuuuu' kalo nonton film ini.

                                                      "Tony.....is that you??"


Reasons why you should watch this:
+ Funny, Lucu Abis.

+ Great Acting, konyol tapi gokil apalagi si Tom Cruise sama Robert Downey Jr.

+ Fresh, lawakan mereka segar.

+ Great Opening, intro yang tak di duga! Saya sampai WTF?!

+ Great Ending, akhir yang tak diduga! Saya sampai WTF?!

Reasons why you shouldn't watch this:
- Ngaco, para penikmat film pasti akan terasa sebal karena agak mirip film parody (scary movie, disaster movie)

- Mature, komedinya bagus tapi agak dewasa jadi tidak bisa dinikmati seperti "Night at the Museum"

Score: 7/10




                       

Tuesday, April 3, 2012

Malena (2000) Review By:tsuya3 PS:DEBUT tsuya3 mereview film dimulai disini!!!!

Intro:
untuk di awal, perkenalkan.. Nama saya tsuya, lelaki biasa yang doyan ngoleksi film random (bukan film "gituan" loh!) masih kuliahan tapi sebenarnya dah semester akhir jadi doain saya lulus dengan nilai baik yah.. Amin dah! Kalo masih penasaran bisa subscribe facebook saya : facebook.com/tsuya3
Ini pertama kalinya saya nge-review film.. Untuk mbahdarmoOoO, semoga postingan saya ini bisa membantu dan mohon maaf jika basa-basi ini terlalu panjang!




Malèna (2000)
Director : Giuseppe Tornatore
Writers : Giuseppe Tornatore, Luciano Vincenzoni (story)
Stars : Monica Bellucci, Giuseppe Sulfaro and Luciano Federico


Sinopsis:

Malèna (Monica Belucci), wanita muda yang cantik dan mempesona, telah ditinggal suaminya dalam usia muda. Suaminya adalah tentara yang dikirim ke medan perang dan akhirnya dikabarkan meninggal di medan perang dan tak pernah kembali. Malena sangat anggun dan terlalu sadar akan kecantikannya. Ia gunakan kecantikannya itu untuk memikat pria saat ia melintas di kota kecil di Italia. Tak hanya pria dewasa yang memandang Malena penuh kekaguman, bahkan sekelompok 'anak baru gede' juga memandang wanita ini dengan perasaan tak menentu. Salah satu yang sangat terpengaruh adalah Renato Amaroso (Giuseppe Sulfaro), anak laki-laki berusia belasan tahun (tepatnya 12,5 tahun pada musim semi tahun 1940, bertubuh kurus dan cebol (sebutan untuk Renato) yang diam-diam selalu membuntuti Malena dengan sepedanya. Renato tak hanya mengagumi kecantikan Malena. Ia begitu terobsesi dengan kemolekan Malena.


The Review:
Oke, THE FIRST Review! (kek nulis surat aja) Malèna.. Film 27 oktober tahun 2000 yang ber-genre komedi, drama, dan romansa. Film ini diambil dengan latar belakang tahun 1940 dengan kota Italia yang masih dalam kondisi perang dunia II, Yang paling menarik dari film ini adalah cerita Malèna yang diambil dari sudut pandang Renato, jadi kita hanya akan didampingi oleh kelakuan Renato yang sangat terobsesi dengan Malèna.. Mulai dari Stalker, Masturbasi, dan nyuri pakaian dalam! Menurut saya, Renato disini memiliki kelainan seksual karena terlalu berimajinasi ketika membayangkan atau bertemu langsung dengan pujaan hatinya yaitu Malèna, maksudnya berimajinasi di sini yaitu membayangkan sang wanita pujaan hati yang ada di depan mata tanpa busana hingga hubungan intim. Film ini menurut saya sedih, tapi karena dibalut dengan komedi sensual maka rasa haru tersebut hanya bisa dirasakan waktu di akhir saja. Terlepas dari kedua karakter utama tersebut, saya juga selalu ngakak melihat kelakuan keluarga Renato yang sangat over menurut saya, juga teman-temannya yang bisa dibilang cabul karena hanya memikirkan seks saja xDD.

                                         malena oh malena~~~~~~~~~~~~

Film ini mengingatkan saya dengan kelakuan mbahdarmoOoO (bwahaha xDD),film ini menampilkan adegan seks dan masturbasi jadi lebih baik 18+ menontonnya dan satu lagi film ini bukan pornografi! 

(+)
- membuat haru dan humor menjadi satu
 
- dari sudut pandang karakter berbeda, kita bisa jadi mengerti sisi kehidupan orang lain

(-)
- film dewasa, karena sex dan nudity masuk dalam alur film ini
 
- bisa menjerumuskan anak-anak ke arah pembelajaran seks yang salah (untuk anak2 usia belum cukup umur).

Overall, film sensual berdurasi 109 menit ini menurut saja patut dapat nilai 7/10.


Monday, April 2, 2012

HI5TERIA (2012) Review.

                 
 HI5TERIA merupakan sebuah proyek omnibus yang digagas oleh sutradara dan produser upi,upi memboyong 5 sutradara "newbie"  untuk proyeknya kali ini,premis HI5TERIA yang bisa dibilang mirip dengan film thai berjudul PHOBI4 memiliki 5 cerita berbeda,dan tiap2 certa berbeda2 juga sutradaranya,berhasilkah usaha upi membuat film berdurasi 94 menit ini berhasil membuat penontonnya ketakutan hi5teris??,monggo dibacak yuk reviewnya:

Cerita 1:Pasar Setan


Intro:
Bercerita tentang Tari (Tara Basro) yang berputar2 dalam rimba gunung lawu,Tari pun selalu mencari dan memanggil nama Jaka,kekasihnya(tersesat nih ye~~),tanpa sadar,tanpa disengaja,tanpa diduga-duga,tanpa sepengetahuan,dan tanpa2 lainnya (?),kaki Tari meneruskan langkahnya dan masuk kedalam Pasar Setan,tempat mengerikan yang selalu dihindari,dijauhi,ditinggalkan,dibenci,dihina,dicaci-maki,dan di lainnya (maaf saya sudah menyesatkan anda,yang benar dihindari dan dijauhi,yng lainnya jangan dibaca),berhasilkah Tari keluar dari cengkraman Pasar Setan??

Review:
idenya lumayan SEGER,kembali mengangkat mitos indonesia tiap2 gunung memiliki yang namanya pasar setan,itulah sebabnya mengapa banyak sekali para pendaki gunung yang VANISHING dari muka gunung,premis yang menarik membuat saya penasaran dan terus bertanya2 di segment cerita ini,sayang sekali,Ardiyanto Dewo (sutradaranye) kurang sekali dalam mempresentasikan film ini,yang saya temui dalam segment ini hanyalah sekedar rasa penasaran belaka,tak ada rasa yang namanya "TERKEJUT" atau "KETAKUTAN"secara,hanya adegan kejut mengejutnyalah yang mengejutkan beberapa random girls dibelakang saya yang berteriak ketakutan hi5teris,saya sih biasa2 aja (so berani,wkwkwk),setting filmnya di Hutan yang terang benderang benar2 mengurangi rasa aura horrornya,benar sekali,untung endingnya yang semi-twisted berhasil menghentikan saya untuk keluar dari gedung bioskop dan menunggu untuk segment selanjutnya.(seriously??,sebenarnya kgk sih,sayang lo tiket 25 rebu dibuang2,XD)
Score:6.5 of 10


Cerita 2:Wajang Koelit


Intro:
segment garapan Charull Nisa (sutradaranye) berkisah mengenai seorang wartawan bule (maya otos) yang sedang melakukan riset tentang kesenian Wajang Koelit (ok,actually at first i spell it WAJANG KO-E-LIT.yang bener spellingnya Wayang Kulit),ternyata,si bule tidak tau,bahwa ada rahasia besar nan mistis dan mengerikan yang membuat si bule terjebak didalamnya setelah bertemu dengan seorang wanita yang aslinya artis bernama Sigi Wimala (lol)

Review:
BRAVO untuk sutradaranya eh,sutradaranye,doi berhasil membuat segment ini begitu istimewa dan kembali mengangkat kebudayaan indonesia yang nyaris gw lupakan sebagai pemuda harapan bangsa ini (:v) menjadi sebuah ketegangan,alunan musik khas jawa berhasil membuat mata gw hampir tidak berkedip,aura tegangnya begitu berasa,but that's it,hanya ketegangan,bukan ketakutan,kurangnya penggalian karakter dan lain2 membuat segment ini so-so saja,tapi ini subyektif sepertinya,mungkin bagi gw aja kali yang cuman Tegang,mungkin berbeda dengan random girls dibelakang gw yang ketakutannya udah kelewat batas,gila dah cewe dibelakang gw,blackberrotnya aja ampe kelempar dari tangan die kena kepala gw gara2 saking kagetnya ngeliat beberapa penampakan,awas dah tu cewe,lain kali gw ambil dan lngsng bawa lari BBnya,wkwkwkwk
intinya segment ini berhasil memperkuat aura mistis jawa yang kental,mulai dari musiknya,suara sinden ngomong jowo yang gw ga paham sama sekali (untung ada subtitlenya) sampai suasana pedesaan yang begitu mencekam,membuat segment ini layak diberikan applause.
Score:7/10

Cerita 3:Kotak Musik



Intro:
menceritakan seorang dosen bernama Luna Maya (Farah),seorang dosen skeptis yang sangat menolak mentah2 yang namanya takhayul,hal2 mistis,dan hantu2 sebagainya sebagai sebuah omong kosong belaka,namun kemudian,semuanya berubah setelah dia menemukan kotak musik tua dalam penyelidikannya di salah 1 rumah yang katanya ada hantunya.



Review:
ini segment yang bener2 ingin mengesampingkan yang namanya twisting story dan hanya fokus pada adegan2 seram secara jor2an,segment arahan Billy Christian (sutradaranye) terlihat sebagai suatu segment yang sangat "cliche",dan jujur,membosankan,padahal sudah jelas,tema yang diusung begitu bagus,alunan suara dari kotak musiknya benar creepy,jujur,it freaks me out,tapi tetep,cuman gitu2 doang,kurangnya penggalian karakter,suspense,dan sebagainya,terlihat jelas di segment ini sang sutradara hanya mengandalkan adekan kejut mengejut,penampakan hantu2 yang secara dramatis muncul entah darimana,sangat cliche dan  sangat tidak menakutkan,yang membuat gw sampe "freaks me out" itu hanya di adegan ketika alunan musik dari kotak musik mainan itu diputar,sejak kapankah suara musik berhasil membuat gw lebih takut daripada ngelihat penampakan hantu??,premis yang bagus,namun presentasinya "begitu aje??",lumayan sih,namun kurang (sekali) memuaskan,padahal ada luna maya lho(apa hubungannya,lol).
Score:6/10


Cerita 4:Palasik

Intro:
bercerita tentang keluarga yang sedang melakukan suatu liburan ke sebuah Villa,yang terdiri dari seorang ayah,seorang anak,dan seorang ibu tiri,nah,kebetulan,ibu tiri yang satu ini sedang hamil tua lho,sang ibu tua,eh lho kok ibu tua,ibu tiri lah takye,nah,sekelompok keluarga ini mengharapkan ketenangan,tapi si ibu tiri hamil tidak mendapat ketenangan,bukan ketenangan yang didapat,malah ketegangan+terror+kengerian yang didapat dari sesosok makhluk yang namanya:

kalau dari minang namanya palasik.

kalau dari kalimantan namanya kuyang.

dan kalau dari bali namanya leak.

berhasilkah sang ibu hamil tua tiri berhasil selamat dari ketegangan+terror+kengerian dari seonggok makhluk bernama:

kalau dari minang namanya palasik.

kalau dari kalimantan namanya kuyang.

dan kalau dari bali namanya leak.

Review:
bisa dibilang,segment ini adalah segment favorit saya,Nicholas Yudifar (sutradaranye) berhasil kembali mengangkat mahkluk gaib yang namanya sudah mulai menghilang dari ranah dunia pergaiban,ya,gw lebih suka menyebutnya kuyang,ditengah pertempuran film yang selalu memiliki hantu itu2 aja,apalagi kalau bukan pocong,kuntilanak,sundel bolong,dan sasha grey,segment ini menciptakan ketegangan yng luar biasa,twistednya memang sederhana,tapi aura ketegangan sungguh berasa,sayang,ketika sang hantu kepala tanpa badan itu ditampilkan secara full,kekecewaan gw pun sangat berasa,dengan teknologi 3d yang pas2an itu nyaris membuat film ini terlihat konyol,tapi film ini berhasil terselamatkan berkat akting Imelda Therine sebagai ibu hamil yang bener2 layaknya seperti ibu hamil yang ketakutan gara2 ada kuyang yang pengen ngerebut bayinya,akting yang nice,ketegangan (or i say,gw ketakutan ngeliat ini),dan ending yang twistednya lumayan,membuat gw menobatkan segment ini sebagai segment favorit gw di film Hi5teria.
Score:7.5/10

Cerita 5:Loket

Intro:
bercerita seorang penjaga parkir (or i say,die seorang penjaga loket parkir lebih tepatnya) yang mengalami serangkaian perstiwa mengerikan dan mencengangkan dari itu parkiran yang gw jelas ga tau sama sekali tempatnya,mulai dari kembarannya yang muncul,sampai seorang hantu perempuan yang bisa dibilang menyerupai tante girang,apa yang sebenarnya terjadi??



Review:
gw berekspektasi tinggi terhadap final segment ini,secara,ini segment terakhir lo,mengingatkan gw dengan filem phobi4,dimana segment terakhirnya merupakakan segment yang bener2 suerem,or i say "horrornya berasa banget",tapi lain phobi4,lain hi5teria,segment terakhir terkesan tidak serem2 amat,dengan setting yang luar biasa minim(tempat parkir gan),Harvan Agustriasyah (mudahan kgk salah gw ngeja namanya),berhasil menciptakan yang namanya suspense di tiap2 scene,dan setiap beberapa saat,beberapa pertanyaan muncul di kepala gw seperti:"kenapa bisa begitu??" atau "apa yang terjadi??"dan "SIAPA WANITA ITU???",membuat gw penasaran bagimana film ini berlanjut,berlanjut,dan terus berlanjut,rasa penasaran gw akhirnya terjawab dengan ending yang sangat apik dan sangat2 memuaskan,sayang,ada tambahan scene yang membuat segment ini jadi terkesan bodoh,padahal udah bagus aja tuh 2 terjelepak di tanah,masih aja ditambah2in,upss,semi-spoiler,lol.
Score:7/10

Final Verdict:
Hi5teria menurut gw tampil secara biasa2 aja,gk ada yang wah,namun,dibalik itu semua,cerita didalamnya bener2 fresh original,tema yang diusung bener mancrep,meskipun banyak kekurangan disana-sini,ekpektasi gw mungkin berlebihan untuk film seperti ini,rasa kecewa memang ada,tapi gw harus bangga dengan ke5 sutradara ini,berani keluar dari zona film2 yang bener2 aneh tapi nyata,well,memberikan score 7 sepertinya terlalu tinggi,skor 6 mungkin terlalu sadis,tapi ya mau gimana lagi.

Overall Score:
6.5/10


Thursday, March 29, 2012

The Lord of The Rings: The Two Towers (2002) Review.




The Lord of The Rings: The Two Towers (2002)
Kelanjutan Cerita Collosal Epic Fantasy Lord Of The Rings di Buku kedua karya J.R.R Tolkien yang di garap di Layar besar memenuhi semua ekspektasi dari Peter Jackson. Dirilis setahun setelah 'The Fellowship of the Ring'. Two Towers menceritakan tentang kebangkitan kekuatan kegelapan Sauron, yang berpusat di Dua Menara yaitu; Barad-ur dan Isengard. Film Epic ini masih dihiasi esemble cast terkenal dari film yang dulu (SPOILER: Minus Sean Bean/Boromir, soalnya dia mati di Fellowship.)

Director: Peter Jackson

Starring: Elijah Wood, Ian McKellen, Viggo Mortensen, Orlando Bloom, Liv Tyler, Cate Blanchett, Hugo Weaving.




                                                      "this is sparta~~~~~~"



Synopsis:
Ini adalah Kelanjutan Petualangan 'The Fellowship of The Ring' dalam misi mereka menghancurkan 'The One Ring' milik Sauron. Dimana para anggota fellowship sekarang berpencar mengikuti jalan Masing Masing. Frodo dan Sam berpisah dengan rombongan demi mencari jalan aman menuju Mordor, dalam perjalanan mereka bertemu Gollum yang bernama Smeagol.. Yang berjanji menunjukan mereka jalan menuju Mordor. Aragorn, Legolas, dan Gimli berusaha mengejar Merry dan Pip yang telah diculik oleh Goblin, mereka telah ditolong oleh Gandalf yang telah bangkit dari kematian. Merry dan Pip ditinggal dengan para 'Ent' untuk mencari sekutu, sementara Gandalf, Aragorn, Legolas, dan Gimli (Typical RPG character; Wizard, Warrior, Rouge) pergi ke Rohan, suatu negeri manusia untuk mencari bantuan Demi menghentikan laju Pasukan kegelapan. Sauron membangun pasukan kegelapannya di bantu oleh sang penyihir Saruman. Sauron menguasai Mordor dari menara Barad'ur, dan Saruman dari menara Isengard. Saksikanlah bagaimana 'Fellowship of the Ring' mengalahkan kekuatan gabungan dari Dua Menara! 'The Two Towers'


                                             "ini game kapan2 akan direview sama mbAhdArmoOoO,lol"



Bila di ibaratkan dalam dunia game.. 
'The Fellowship of The Ring' adalah sebuah GUILD dari game MMORPG "World of Warcraft" yang terdiri atas 9 orang player, mereka menyelesaikan berbagai dungeon sulit bersama-sama.
'The Two Towers' adalah "Warcraft" sebuah game Real-Time Strategy yang menyelesaikan quest dalam kelompok dan terlibat perang besar besaran.
Hal yang berhasil gue tangkep dari film ini adalah LESS ADVENTURE, MORE FIGHTING!! Hanya sedikit bagian petualangan, sangat kontras dg 'The Fellowship of The Ring' dimana Adventure sangat kental. Lebih banyak pertarungan Kolosal yang sering kita lihat di film seperti "Troy", "300", "Gladiator", atau "Kingdom of Heaven". Perubahan alur cerita ini menurutku sangat pas! Janganlah terlalu mengedepankan Adventure sehingga menjadi monoton. Perubahan scene yang serasi sekali jadi setelah pertarungan di Rohan, langsung pindah scene jadi melewati rawa menuju Mordor. Jadi kita dapat mengikuti cerita. Sekali Lagi Peter Jackson berhasil menciptakan Chemistry yang Spektakuler antara para bintang. Absolutley one of the best movie ever!



 "dibalik kesungguhan hati A.R dalam mereview film,terdapat wajah buruk rupa,inilah wajah A.R selama ini,LMFAO" (by:mbAhdArmoOoO)



Pros (+)
+ True to the Book; semuanya sesuai dengan buku.

+ Ensemble Cast; aktor terkenal semua.

+ Epic World; Lebih Hebat dari Hogwarts atau Narnia.

+ EPIC Battle; setiap Epic Fantasy wajib punya perang skala besar.. This is one of the best.

+ Long Duration; film ini lama coy!

Cons (-)
- Coba ada Gerard Butler memimpin pasukan manusia. Dia bisa teriak... TONIGHT WE DINE IN HELL!!!! (ini bukan cons A.R!!! ) By mbahdarmo

Score: 5/5
★★★★★ (balik ke jaman dulu ya,kan skrng make 10/10,sekali2 dong pake skor 5/5 stars untuk film hebat seperti ini,XDDDD)

Reviewed By.A.R.



Wednesday, March 28, 2012

The Raid (2012) Dual Review.

yak,akhirnya,film yang ditunggu2 telah tiba,this movies ROCKS,mengingat2 film The Raid merupakan film indo yang fenomenal di tahun 2012 di bulan maret,makanya para KFG crew pun membikin dual review,1nya dari sudut pandang A.R,dan 1nya dari sudut pandang mbAhdArmoOoO,yak,mari dibaca reviewnya ya,soalnya gw harus belajar ini,hampir 1 bulan ini blognya gak gw update,harap maklum,gw sibuk belajar,ditambah harus fokus ikut latihan turnamen starcraft yang musuh2nya dewa semua,loh kok jadi curhat begini deh,langsung aja deh kita review filmnya



The Raid Review by A.R:THE RAID (2012)
Wah jujur gua ga nyangka ini film Indonesia, so UNREAL. Film Hollywood ga akan bisa nyamain aksi karya Gareth Evans yang menampilkan Iko Uwais sebagai pahlawan. Si John Woo mungkin ga akan bisa nyamain Martial art film ini, si Michael Bay ga bisa mencontoh kehancuran Dan ledakan yang teratur, intinya action di Film ini GOKIL!!



Tapi selain adegan aksi yang over the top dan sadis, tidak ada lagi yang layak di beri jempol.. Cerita agak ga jelas, penjelasan cerita cuman ada di awal pada saat briefing, selanjutnya hanya cerita yang membingungkan. Si bos gangster Tama (diperankan oleh Ray Sahetapy), sifatnya juga kurang INTIMIDATING, dia kelihatan seperti bos tolol sadis yang pemalas, dia menyerahkan semua tugas pada Mad Dog (Dukun Cebol, gua lupa namanya), dan Andi (Donny Alamsyah). karakter karakter kurang memorable, polisi yang dapat diingat cuman si Rama (Iko Uwais), sersan Jaka (Joe Taslim), si Letnan Wahyu tua bangka (Peter Gruno), dan si Bajingan keras kepala Bowo (Tegar Satrya, sok hebat tapi cedera 3/4 cerita) selain itu polisi tak ada yang kita ingat, jadi kurang mengesankan emosionalnya pembunuhan mereka pun dianggap seperti angin lewat, jika polisi lebih di perkenalkan para penonton juga akan merasa kehilangan saat mereka tewas dalam tugas (Saving Private Ryan FTW). 


Para gangster yang terus bermunculan ga habis habis seperti game Hack and Slash ternama, jadi si Iko Uwais terkesan seperti Zhao Yun. Cerita yang bingung, ga dijelaskan hubungan antar Rama dengan Andi di cerita, si bos Tama dengan Letnan Wahyu juga tidak dijelaskan, seharusnya diberikan Flashback/kilas balik dalam hitam-putih ttg hubungan atau kejadian mereka di masa lalu, sehingga penonton pun makin mengerti ceritanya. Si Mad Dog atau lebih akrab disapa "Dukun Cebol" di tampilkan sangat kuat sekali! Sampai bisa mengalahkan handicap Iko Uwais + Donny Alamsyah, kalo gitu seharusnya dia dong bos gangsternya.. -___-. 


       A.R bilang orang ini lebih hebat dari chuck norris,well,hanya Tuhan dan Gareth Evans yang tahu..


Dan satu lagi kelemahan paling besar; CERITANYA MUDAH DI TEBAK, mereka menyerbu benteng gangster tapi terperangkap, lalu mesti keluar hidup hidup. Itulah sebenarnya ceritanya... Simple, seharusnya tak usah ditambah dilema dan hubungan masa lalu.. Dari awal saya menonton sudah saya tanamkan sebuah kata dalam pikiran saya, "Si Tokoh Utama Iko Uwais pasti selamat" itulah yang menjadi pikiran saya selama menonton film ini, jika seandainya Iko Uwais Gugur, akan terjadi shock twist! Kejadian tak terduga! tapi adegan adegan aksi sempat membuat saya terlena, karena memang hebat sekali.. Si Iko lebih hebat dari Jean Claude Van Damme, si Dukun malah mungkin lebih hebat dari CHUCK NORRIS!! Lagipula film indonesia yang menembus hollywood sudah luar biasa..


lalu.....



Reason why you should watch this:
+ACTION

Reason why you shouldn't watch this:
-STORY

Score: 8.5/10




nah,sekarang giliran mbAhdArmoOoO yang review:

Hampir  5 bulan berlalu sejak gw pertama kali mendengar  film berjudul The Raid garapan Gareth Evans yang  1 ini,kesan pertama  ngeliat trailernya: WOW,music yang sangat ngena ditambah adegan action yang BRUTAL,membuat film ini masuk daftar wajib tonton 2012,sayangnya begitu gw tunggu2 hari perilisiannya tanggal 19 januari,ternyata filmnya diundur ke maret,gw pun makin gak sabar ingin mencicipi atau bisa dibiliang MEMAKAN film yang dibintangi Iko Uwais,berhasilkah The Raid memuaskan dahaga gw yang telah haus akan film Action setelah akhir2 ini tontonan gw film berat2 (film BERAT,bukan BARAT) yang membuat otak gw cape,yuk mari dibaca reviewnya:

Mungkin yang membaca review ini  pasti sdh tahu betul synopsis SEDERHANA dari film ini,20 anggota polisi pasukan khusus yang ditugaskan untuk menyerang apartemen berlantai 30 di pagi buta untuk menangkap gembong teroris (well,gembong penjahat lebih tepatnya) bernama TAMA,seorang bos penjahat merangkap pemilik apartemen di jantung kota Jakarta,beliau menyewakan apartemen itu kepada rakyat miskin jelata yang tak punya tempat berteduh  no,seriously,dia menyewakan tempat itu untuk beberapa penjahat yang ingin minta perlindungan tama dari pihak kepolisian,saat pasukan khusus berhasil memasuki gedung itu,Tama yang memiliki Eye in the sky alias manta di seluruh penjuru apartemen melihat gerak-gerik polisi,langsung saja tama menutus semua akses dan menyuruh seluruh pemilik apartemen  untuk membantai pasukan The Raid (eh,pasukannya namanya pasukan The Raid kan??,lol)


                                                 PASUKAN THE RAID!!!!!


dari awal saja sudah jelas,film ini kisahnya benar2 menarik untuk ditelusuri,biasanya di film2 action lain,kita akan disuruh menunggu beberapa menit sampai ke pertengahan cerita,tapi berbeda dengan The Raid,film ini tidak usah ditunggu lama2 pun,sepuluh menit pertama film ini saja,adegan brutal nan sadih sudah menyelimuti layar bioskop(adegan Tama makan mie is one of my favourite scene) kemudian scene berlanjut ke penyerbuan the raid yang bisa dibilang nekat menerobos masuk kedalam gedung apartemen Tama,,mau apa lagi??,perkelahian epic sudah menunggu mereka begitu mereka masuk.

Well,selama beberapa tahun ini,film Action yang benar2 ngena dihati gw itu adalah The Bourne Ultimatum,Die Hard 4,dan The Dark Knight,tapi baru kali ini gw menyaksikan film yang benar PURE ACTION seperti ini,tiap2 adegan diambil dengan menawan,bisa dibilang,banyak sekali memorable scene yang berhasil masuk dalam alam bawah sadar gw,saat gw melihat pertarungan RAMA yang berjuang keras sambil menggotong temannya dan menghadapi kroco-kroco Tama,it wonderfully makes me speechless,tiap2 adegan fightingnya diambil secara sempurna,berbeda dengan beberapa film2 west-action yang kalau makai senjata api,maka sepanjang film akan memakai senjata api dan tembak2an,dan film asia yang kalau genrenya martial art,maka hanya adegan kungfu+golok saat fighting scenenya,berbeda dengan the raid,segala macam senjata di pakai disini,mulai dari pisau,golok,kapak,palu/godam,sniper,AK-47,senapan pasukan khsus,pistol,revolver,kulkas,hingga tabung gas elpiji menjadi senjata utama di film ini (Im serious about the last one),sehingga The Raid bisa dibilang TERBAIK  dari segi fighting scene dan actionnya.

                              ngapain deket2 kulkas mas??,ngadem ya??,hayo ntar batal lo.


Nah sekarang,masalah cerita…..well,jangan berharap banyak dari segi plot cerita film yng digarap Gareth Evans ini,mungkin bagi penonton yang sangat suka film berat yang menjadi santapan otak seperti The Girl with the dragon tattoo,akan menganggap the raid adalah film sampah di bagian story,but wait??,didn’t I say,this movie is pure action,IMO Gareth sengaja tidak terlalu mementingkan plot cerita dan hanya fokus di bagian action scenenya,gw sendiri agak kaget begitu melihat verdict  A.R yang menonton film ini dan memberikan skor 7.5,mungkin menurut dia,cerita di film ini kurang dikembangkan,tapi,ini film benar2 pure action,dari 10 menit pertama film ini,The Raid tidak membiarkan kita  berpikir secara logis,bisa dibilang kita dipaksa/dicekoki untuk menikmati setiap fighting scene dan splashing blood dimana2,but hey,I enjoyed it,bahkan walaupun ceritanya buruk,tapi gareth berhasil menutup kelemahan film ini yaitu di storynya,dengan menggantinya dengan film adegan2 yang” wah”,berbeda dengan film action lain,The Raid tampil tanpa banyak omong dan adegan2 cliché dan langsung to the point,The Raid membuat kita harap-harap cemas melihat berhasilkah sang protagonist hidup sampai akhir cerita,karena di film ini,the raid membuat penontonnya tidak yakin dengan keselamatan sang jagoan,itulah yang mebedakan film the raid dengan film lain yng sdh jelas ketahuan akan gimana nasib protagonist utamanya ,dan The Raid menjadi semakin menarik  karena ada beberapa adegan humor yang diselipkan di film ini,salah satunya adegan orang ambon yang bilang "kamorang jangan macam2,saya trada waktu buat tipu2"dan "KALAU AKU MUAK,AKU MENGILA",sukses mebuat seluruh isi bioskop bergemuruh ria.


           "kamorang jangan macam2,saya trada waktu buat tipu2"

"KALAU AKU MUAK,AKU MENGGILA" WILL BE THE NEXT INTERNET MEME



Masalah acting,well,bisa dibilang Iko Uwais masih terlalu kaku,gaya ngomognya itu seperti lagi membaca script,but still,walaupun dia kurang di acting,dia dewo kok di action scenenya,sama juga dengan sersan Jaka yang mukanya mirip VJ DANIEL,walaupun dia kurang di acting,tapi skill fightingnya cukup membuat dercak kagum,dan tetap saja,pasukan golok orang ambonlah yang lumayan epic,adegan 5 vs 1 itu seperti sekelompok power ranger melawan monster jahat,lol(kali ini monster baik lo,XDDDD),yang harus gw salut disini adalah,MAD DOG IS A GOD,or A DOG!!! Yayan Ruhian berhasil tampil maksimal,menurut gw,dia bisa dibilang THE REAL MAD DOG!!!,waktu gw liat di jajaran cast di IMDB ada yang namanya MAD DOG,gw kira orang GUNDUL,BOTAK (same aje),dan BEROTOT,ternyata malah kurus kering begitu,tapi yang namanya dewo ttp saja dewo,Doni Alamsyiah juga bagus penampilannya disini,bajunya ngefit sekali sama karakter dia,dan ray sahetapy benar2 mantap aktingnya,oke langsung saja ke conclusion:


                            salah 1 epic scene yang mantap,INI BARU GREGET!!

"ini orang bisa dibilang penjahat tapi punya mental kesatria. Ngebunuh orang pake pistol itu gak greget, tinggal dor langsung mati. Tapi kalo ngebunuh setelah mengalahkan orang dalam pertarungan "INI BARU GREGET !!!"


Overall,The Raid tampil maksimal,ditengah gempuran film2 indonesia yang kebanyakan sampah,yng gw salut adalah Taktik pintar Gareth Evans ,dia mengikutkan film ini ke festival film,ingin melihat gimana tanggapan kritikus film,beruntungnya,film ini dapet positive review dari kritikus2 film,sehingga kesuksesan film ini di tanah air sudah terjamin,The Raid berhasil melebihi ekpekstasi gw tentang film ini,walaupun its lacks in story,beberapa plot hole,acting yang kaku,but still,its rich in action,yang gw kurang sreg ini adalah scoring film ini yang katanya ditangani oleh personil Linkin Park,tapi masih ttp kurang berasa aura Linkin Parknya.

mbAhdArmoOoO Verdict:

9.0 out of 10


Memorable Quotes:
1. Mad Dog: "ini baru ada gregetnya"
2. Tama: "Salah saya apa pak polisi"
3. Pimpinan Machete Gang: "Kalau aku muak, aku menggila"\